Virus Corona

Pemprov DKI Susun Skenario Jika Pasien Positif Corona Terus Melonjak

Gubernur DKI Anies Baswedan pun telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo soal opsi skenario tersebut.

Pemprov DKI Susun Skenario Jika Pasien Positif Corona Terus Melonjak
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
IGD di Lantai 1 RS Darurat Penanganan Covid-19, Tower 7, Wisma Atlet Kemayoran, Sunter, Jakarta Utara, Senin (23/3/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta sudah siapkan skenario jika pasien COVID-19 alami lonjakan.

Gubernur DKI Anies Baswedan pun telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo soal opsi skenario tersebut.

Skenario akan diterapkan jika pasien yang terkonfirmasi positif virus corona di Jakarta mencapai angka 500, 1.000, hingga 8.000 orang.

"DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti dalam keterangan pers Pemprov DKI, Rabu (25/3/2020).

Adapun skenario disiapkan terbagi dalam tiga kondisi pasien positif.

Baca: Ada Perawat Diusir dari Kos karena Pemilik Takut Tertular Covid-19, Ini Kata PPNI

Baca: 1.152 Narapidana Terima Remisi Khusus di Hari Raya Nyepi

Baca: Kebijakan Ekonomi Jokowi terkait Corona: Potongan Cicilan Rumah Subsidi hingga Kelonggaran Kredit

Baca: Diminta Ganjar Buat APD untuk Jateng, RS Moewardi Hanya Mampu Terbatas: Kami Bukan Produsen Konveksi

Pada kelompok pertama, ada delapan (8) persen pasien kondisi kritis.

Kelompok kedua, ada 12 persen pasien kondisi sakit berat.

Serta kelompok ketiga adalah mereka yang sakit ringat sebesar 80 persen.

Dengan skenario seperti ini, nantinya mereka jadi prioritas mendapat perawatan intensif rumah sakit adalah 20 persen pertama pasien yang masuk ICU dan IGD.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved