Virus Corona

Jalanan di Jakarta Lengang, Anies : Masyarakat Sadar Pentingnya Tetap di Rumah

Jalanan di Jakarta beberapa hari terakhir tak lagi dipadati kendaraan bermotor.

Jalanan di Jakarta Lengang, Anies : Masyarakat Sadar Pentingnya Tetap di Rumah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana lengang di Jalan Sudirman Jakarta, Senin (23/3/2020). Pemprov DKI Jakarta mengumumkan tanggap darurat virus corona (Covid-19) sejak 23 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan dan menghimbau pekerja bekerja dari rumah. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jalanan di Jakarta beberapa hari terakhir tak lagi dipadati kendaraan bermotor. Bahkan, tak banyak antrean pada lampu merah di ruas jalan protokol. 

Hal ini terjadi karena Pemprov DKI menerapkan kebijakan kerja di rumah atau work from home (WFH) bagi pekerja formal, meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, serta menutup tempat hiburan dan wisata.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jalanan ibu kota yang lengang adalah cermin dari kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah kian tinggi.

Baca: Diminati Liverpool dan Atletico, Gustavo Maia Berpeluang Besar Gabung Barcelona

Baca: Kasus Video Panas Vina Garut, Dua Pria Pemeran Divonis Penjara 2 Tahun 9 Bulan

"Lalu ada hal lain yang ingin saya garis bawahi bahwa secara umum di Jakarta suasana jalan raya lengang. Artinya masyarakat makin hari makin menyadari pentingnya untuk tetap berada di rumah," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2020).

Dirinya menekankan, bahwa segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tidak bisa efektif jika masyarakatnya tidak patuh. 

Oleh karenanya Anies meminta kerja sama masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran soal bahayanya penularan virus corona di Jakarta.

"Saya ingin secara khusus menggarisbawahi bahwa ini tidak mungkin bisa dikerjakan hanya pemerintah sendiri. Harus semua pihak mau sama-sama," tegasnya.

Sebab diketahui Jakarta saat ini berstatus Tanggap Darurat Bencana COVID-19. Dimana hingga Kamis (26/3) data pasien kasus COVID-19 terus alami peningkatan. 

Total, ada 495 pasien positif corona di Jakarta. Mereka yang dinyatakan sembuh 29 orang, sedangkan 48 meninggal dunia.

Adapun sebanyak 50 tenaga medis di Jakarta terpapar virus corona, dimana dua diantaranya meninggal dunia.
 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved