Virus Corona
Apa Itu Resesi? Simak Penjelasannya Berikut Ini, Lengkap Beserta 5 Indikator Resesi
Wabah virus corona membuat perekonomian beberapa negara dalam kondisi tidak stabil dan berpotensi menyebabkan resesi. Apa itu resesi?
TRIBUNNEWS.COM - Wabah virus corona membuat perekonomian beberapa negara dalam kondisi tidak stabil.
Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka bisa menuju resesi ekonomi.
Apa itu resesi?
Dilansir Thebalance.com, Jumat (27/3/2020), resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi, yang berlangsung lebih dari beberapa bulan.
Penurunan tersebut biasanya terindikasi dari lima faktor ekonomi, yakni penurunan produk domestik bruto, pendapatan, pekerjaan, manufaktur hingga penjualan ritel.
Dalam siklus bisnis, resesi adalah periode antara puncak dan palung.
Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) merupakan nirlaba swasta yang mengumumkan kapan resesi tersebut dimulai dan kapan resesi berhenti.
NBER juga merupakan sumber untuk mengukur tahapan siklus bisnis.
Baca: IMF: Covid-19 Dapat Picu Resesi Global 2020
Baca: Ada Kontraksi Besar-besaran Akibat Corona, Resesi Diprediksi Melanda AS Hingga Juli
NBER menggunakan keterampilan, penilaian, dan keahlian para komisarisnya untuk menentukan apakah negara itu dalam resesi atau tidak.
Indikator Resesi
1. Indikator yang paling penting adalah PDB riil.
Ketika tingkat pertumbuhan PDB riil berubah menjadi negatif, ini bisa menandakan resesi.
Namun terkadang pertumbuhan akan negatif kemudian berubah positif di kuartal berikutnya.
Sementara itu, Biro Analisis Ekonomi mungkin merevisi estimasi PDB dalam laporan berikutnya.
2. Penghasilan riil mengukur pendapatan pribadi yang disesuaikan inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/3-zodiak-yang-kurang-beruntung.jpg)