Virus Corona
Imbau Warga untuk Tidak Mudik, Ganjar Pranowo: Jangan Pulang Ingin Bahagia Tapi Bawa Celaka
Untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) yang berkepanjangan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga perantau untuk tidak mudik.
Penulis:
Widyadewi Metta Adya Irani
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Baca: Gejala dan Ciri Corona, Kehilangan Indra Perasa & Penciuman Bisa Jadi Tanda Ada Covid-19 di Tubuh
Baca: WHO Peringatkan Penduduk Dunia soal Tren Pandemi Corona yang Meningkat Pesat
"Ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang sehingga total pasien sembuh ada 46," tutur Yuri, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BNPB, Jumat sore.
Namun, kasus kematian bertambah 9 orang sehingga total pasien meninggal dunia berjumlah 87 orang.
Menurut data sebelumnya, jumlah pasien positif corona terhitung 893 pasien per 26 Maret 2020.
Sedangkan total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 35 orang dan pasien yang meninggal dunia berjumlah 78 orang.
Yurianto mengungkapkan, perningkatan kasus positif corona ini menandakan masih adanya sumber penularan di tengah masyarakat.
"Masih ada penularan di tengah masyarakat kita, masih ada sumber penyakitnya, dan masih ada kontak dekat yang terjadi," kata Yurianto.
Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk dapat menghindari kontak dekat.
Baca: Achmad Yurianto Minta Warga Segera Periksa jika Terdapat Gejala: Jangan Tebak-tebak Sendiri!
"Hindari kontak dekat, jaga jarak saat melaksanakan komunikasi sosial dengan siapapun, baik di rumah maupun di luar rumah," tegasnya.
Yurianto menyampaikan, saat ini sejumlah masyarakat masih ada yang tidak peduli dengan penularan virus ini.
Mereka pun masih enggan untuk mematuhi anjuran pemerintah agar menjaga jarak.
"Yang masih menjadi keprihatinan, karena banyak yang tidak peduli," ungkapnya.
Sebelumnya, Yurianto juga telah mengingatkan pentingnya untuk jaga jarak serta menjaga kebersihan sebagai langkah dasar pencegahan.
Pasalnya, menurut Yurianto, penyebaran virus corona terjadi akibat adanya kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.
Baca: Achmad Yurianto Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dalam Penanganan COVID-19
"Kita harus memaklumi bahwa penyebaran penyakit ini terjadi akibat kontak dekat antara orang yang sakit dengan orang yang sehat," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).