Sabtu, 30 Mei 2026

Virus Corona

Kabar Baik, 64 Pasien Virus Corona di Indonesia Berhasil Sembuh dari Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, kembali merilis data terbaru terkait kasus Covid-19 di Indonesia

Tayang:
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Jumlah pasien positif menjadi 1285, bertambah 130 dari data terakhir Sabtu (28/3/2020) yakni 1.155 orang. 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto kembali merilis data terbaru terkait kasus Covid-19 di Indonesia.

Yuri menuturkan, berdasarkan data yang didapatkan hingga Minggu, 29 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, ada pemanbahan 5 pasien sembuh dari wabah Covid-19.  

Ia mengungkapkan kelima pasien ini telah dinyatakan sembuh setelah melalui dua kali tes dan hasilnya semua negative.

“Terdapat pasien yang sudah sembuh bertambah lima orang,” kata Yuri yang dikutip dari siaran langsung di YouTube BNPB Indonesia.

Sehingga pasien yang berhasil sembuh di Indonesia total berjumlah 64 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers terkait updaet pandemik corona di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Sabtu, 28 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia. TRIBUNNEWS/HO/BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto .  TRIBUNNEWS/HO/BNPB (TRIBUN/HO/BNPB)

Baca: Nekat Pulang Kampung di Tengah Wabah Corona, Pemudik Dicegat Bupati hingga Wajib Isolasi 14 Hari

Baca: Daftar Sebaran Virus Corona di 30 Provinsi di Indonesia per Minggu (29/3/2020), DKI Capai 675 Kasus

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Yuri mengungkapkan terjadi penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Yuri menyebut pihaknya menemukan kasus baru pasien positif sebanyak 130 orang, dari yang dilaporkan sebelumnya, Sabtu (28/3/2020).

Dengan demikian, data hingga Minggu, jumlah kasus positif  di Indonesia mencapai 1.285 orang.

“Kita sudah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 6.500 orang, dimana sekarang kita pahami terdapat kasus baru positif sebanyak 130,”ujarnya.

“Sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yuri mengungkapkan terkait pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Baca: Tegaskan Lockdown Tak akan Dilakukan, Ali Ngabalin Singgung Karantina Wilayah: Enggak Bisa Bercanda

Baca: UPDATE Corona 29 Maret 2020: Jumlah Kasus Positif, Meninggal, dan Sembuh per Provinsi

Hingga hari ini, kata Yuri, terdapat 12 orang yang meninggal dunia karena terinfeksi virus yang mewabah pertama di Wuhan, China ini.

Sehingga angka kematian di Indonesia menjadi 114.

Adapun Update kasus Covid-19 di Indonesia per 24 Maret 2020 pukul 12.00 WIB yakni kasus kumulatif positif 1.285, pasien sembuh 64 orang serta kumulatif kematian sebanyak 114 orang.

Yuri mengungkapkan adanya penambahan kasus positif di Indonesia menandakan masih adanya masyarakat yang belum menaati kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Oleh karena itu mari sadari betul bahwa penambahan angka kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di luar masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi,” jelas Yuri.

Yuri juga menyebut, masih ada penularan melalui kontak dekat, serta masih terdapat yang belum rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

“Saya minta kepada masyarakat seluruhnya untuk jaga jarak di dalam berkomunikasi sosial baik di luar rumah maupun di dalam rumah,” imbuhnya.

Baca: Jubir Corona Ucapkan Terima Kasih, Physical Distancing dan Imbauan Tak Keluar Rumah Mulai Dilakukan

Baca: Sebut Kondisi Jakarta Mencemaskan akibat Corona, Dekan FK UI Soroti Imbauan Jokowi: Tak Efektif

“Upayakan tetap di rumah apabila terpaksa sekali harus keluar rumah maka jaga jarak, hindari kerumunan,” kata Yuri.

“Kemudian gunakan masker manakala kita terpaksa harus berada di kerumunan orang yang demikian banyak,” ungkapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk disiplin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh bagian wajah.

Serta ,mempraktekkan betul etika saat batuk maupun bersin tutup dengan masker atau menggunakan sarung tangan.

“Tetap aman, saling menjaga satu sama lain, jangan sampai yang sehat menjadi sakit,” ujarnya.

“Kita pertahankan yang sehat tetap sehat,” imbuhnya.

“Sementara yang sakit mari sama-sama kita lindungi dan arahkan supaya mendapat perawatan yang baik sehingga mereka cepat sembuh,” tegas Yuri.

5.816 Orang Terdaftar Menjadi Relawan Covid-19
Infografik Relawan Percepatan Penanganan Covid-19
Infografik Relawan Percepatan Penanganan Covid-19 (Tangkap layar YouTube BNPB Indonesia)

Sebanyak 5.816 orang telah mendaftar sebagai relawan penanganan virus corona (Covid-19), menurut data pada Sabtu (28/3/2020), sore.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Dandi Prasetya dalam konverensi pers di Gedung Graha BNPB Jakarata, Minggu (29/3/2020).

Dandi menyebut para relawan ini akan di bagi menjadi dua kelompok yakni medis dan non medis.

“Daftar Relawan Covid-19  Per tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB daftar yang sudah berhasil mendaftar total sebanyak 5.816 orang,” ujar Dandi yang dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Minggu (29/3/2020).

“1.808 orang terdaftar sebagai relawan medis dan tenaga kesehatan,” imbuhnya.

“Sementara 4.808 orang terdaftar sebagai relawan non medis,” jelasnya.

Baca: Tips agar Work From Home (WFH) Menjadi Menyenangkan dan Menyehatkan

Baca: UPDATE Corona Global, Minggu 29 Maret Pukul 16.00 WIB: Kasus Positif di AS Tembus 100 Ribu

Seperti penjelasan Dandi, relawan medis dan tenaga kesehatan terdiri dari administrasi rumah sakit, apoteker, dokter spesialis, dokter umum, kesehatan masyarakat, perawat, psikolog, teknis mesin laboratorium.

Sementara non medis, lanjut Dandi klasifikasinya seperti ahli gizi, bidan, dapur umum, logistic atau pergudangan, radiographer, sopir atau tim ambulans, teknisi mesin dan kelistrikan.

Adapula sebagai tenaga administrasi umum, kebersihan umum, kesehatan lingkungan, sanitarian, teknis kefarmasian.

Dandi menuturkan dari 1.816, relawan paling banyak mendaftar berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut, Dandi mengungkapkan usia relawan yang telah mendaftar ini dari 19 hingga 60 tahun ke atas.

(Tribunnews.com/Isnaya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved