Virus Corona

Para Relawan Mandiri Covid-19 Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Selain itu banyak juga organisasi massa atau perkumpulan yang membuka posko relawan dan posko darurat

Sosok.grid.id
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Inisiator Gerakan Satu Bangsa Stefanus Gusma memberikan apresiasi atas keterpanggilan para relawan dalam misi besar kemanusiaan perang melawan virus corona (Covid-19).

Namun ada hal yang tentunya penting dan urgent untuk juga dipahami ,ada resiko besar yang harus ditanggung yaitu keselamatan dan kesehatan para relawan itu sendiri.

Karena itu dia mengimbau agar para relawan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Idealnya pengorganisiran relawan ditopang dengan protokol kesehatan dan protokol kebencanaan yg memadai sehingga jangan sampai menambah korban yang baru” kata Gusma kepada Tribunnews.com, Minggu (29/3/2020).

Hal ini terkait per 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB, BNPB telah merekrut 5816 relawan percepatan penanganan Covid-19 dari berbagai daerah baik relawan medis dan non-medis.

Baca: Arab Saudi Cegat Rudal yang Melintas di Atas Riyadh, 2 Warga Sipil Luka-luka

Baca: India Kacau Pasca-Lockdown, Dubes Sebut Ada 37 WNI Terjebak dan 14 Positif Corona

Baca: Seruan AA Gym untuk Tidak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona

Relawan medis sejumlah 1808 orang sedangkan relawan non-medis 4808 orang.

Selain itu banyak juga organisasi massa atau perkumpulan yang membuka posko relawan dan posko darurat secara mandiri, sukarela dan swadana untuk membantu pemerintah merespon pandemi ini.

Lebih jauh terkait dengan hal tersebut, Gusma mengusulkan untuk menata kembali program kemanusiaan terutama bagi para relawan yang tergabung di pokso-posko mandiri yang sudah merelakan diri untuk siap bekerja membantu Pemerintah melawan penyebaran Covid-19 ini.

“Saya berharap supaya konsolidasi APD (Alat Pelindung Diri), Masker, Hand Sanitizer dan yang lainnya untuk tidak lagi dibagikan di jalan akan tetapi langsung diarahkan ke Rumah Sakit, Faskes lainnya, Wisma Atlet atau bisa berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD pada wilayah masing – masing. Riskan dan sudah ada timbul korban maka segera untuk diwaspadai” ujar Gusma.

Gusma meminta program karitatif penyemprotan desinfektan juga harus menggunakan APD dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah.

Kemudian juga racikan sndiri Hand Sanitizer atau pun Desinfektan sudah dirasa sangat baik akan tetapi hasilnya jauh lebih baik jika dipakai sendiri atau dapat didistribusikan ke Rumah Sakit, Faskes, BNPB atau BPBD setempat, krn tim medis sangat membutuhkan.

Sebagaimana diketahui penyebaran Virus Corona/Covid-19 makin hari kian meluas. Dari data perkembangan Covid-19 di Indonesia yang dilansir dari www.covid19.go.id terkonfirmasi bahwa yang terkena paparan Covid-19 semakin bertambah.

Per Minggu (29/3/2020), terdapat 1.285 kasus dimana yang dirawat 1107 orang, yang meninggal 114 orang dan yang sembuh 64 orang.(*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved