Selasa, 21 April 2026

Virus Corona

Waspada Corona, Warga Perumahan di Depok Buka Posko Siaga Covid-19

Warga Kota Depok, Jawa Barat kini lebih waspada dan hati-hati dalam rangka menyikapi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Warga di Perumahan Taman Manggis Indah RW 14, Kecamatan Cilodong, misalnya Ketua RW dibantu Karang Taruna hingga DKM Masjid setempat membentuk tim Satgas dan mendirikan posko siaga Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Warga Kota Depok, Jawa Barat kini lebih waspada dan hati-hati dalam rangka menyikapi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Seperti warga di Perumahan Taman Manggis Indah RW 14, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Ketua RW dibantu Karang Taruna hingga DKM Masjid setempat membentuk tim Satgas dan mendirikan posko Covid-19.

Humas Posko Siaga Covid-19 RW 14 Irvan Novendra mengatakan, pencegahan dan pemahaman seputar corona menjadi tanggung jawab bersama.

Baca: Viral Kisah Dokter Buka Konsultasi Gratis Soal COVID-19 Agar Warganet Tak Perlu Antre di Rumah Sakit

Menurutnya, adanya Posko Siaga Covid-19 ini upaya mengedukasi warga serta memberikan fasilitas bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan warga untuk menghubungi petugas kesehatan setempat.

"Ide pembentukan Posko Siaga Covid-19 ini bagian dari inisiasi pengurus RW 14 bersama warga serta Karang Taruna dengan harapan warga dapat mengerti tentang wabah virus ini sekaligus pencegahannya," kata Irvan kepada Tribunnews, Senin (30/3/2020).

Baca: Hasil Rapid Test Telah Keluar, 300 Orang dari Kota Sukabumi Dinyatakan Positif Covid-19

Selain itu, Irvan menambahkan, posko siaga Covid-19 RW 14 ini siap menyediakan penyemprotan disinfektan, pendataan status kesehatan warga, pendataan warga yang membutuhkan bantuan sembako.

Adapun pemeriksaan kesehatan bagi tamu, kurir, serta driver ojek online yang masuk ke wilayah Perumahan Taman Manggis Indah.

Baca: Cara Mencegah Virus Corona hingga Gejala Ringan yang Tak Boleh Disepelekan

Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh serta pemberian hand sanitizer bagi warga yang akan masuk ke lingkungan perumahan.

Ia juga menjelaskan, Posko Siaga Covid-19 ini juga siap membantu mengawasi serta menyiapkan segala kebutuhan apabila ada warga yang dalam pemantauan (ODP) yang sedang mengisolasi diri di rumah.

"Memfasilitasi dan mengawal apabila terdapat warga yang dianggap ODP di lingkungan perumahan," katanya.

Penggunaan Cairan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus memaksimalkan upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona di Indonesia.

Satu upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona adalah dengan mengampanyekan gerakan cuci tangan pakai air mengalir dan menggunakan sabun.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat kuman dan virus paling mudah menempel di area tangan setelah melakukan aktivitas tertentu.

Selain cuci tangan pakai sabun, hal lain yang juga dianjurkan adalah menggunakan cairan pembunuh kuman dan virus seperti hand sanitizer.

Baca: DATA TERKINI Jumlah Pasien Positif Corona Per 30 Maret 2020 1.414 Orang, 75 Sembuh

Akan tetapi cairan hand sanitizer bisa digunakan apabila tidak ada pilihan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan antiseptik sebagai hand sanitizer dapat digunakan bila tidak ada sabun," ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Media Center Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Senin (30/3/2020) sesuai keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Baca: BREAKING NEWS - Tambah 129 Kasus Baru, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Naik Jadi 1.414

Perlu diketahui dalam rangka pencegahan covid-19, penggunaan cairan antiseptik dalam bentuk hand sanitizer dapat digunakan, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan agar tidak menyebabkan iritasi kulit.

Selain itu, menggunakan cairan hand sanitizer harus berhati-hati.

Karena, hand sanitizer mengandung bahan yang mudah terbakar. 

Utamanya bagi yang merokok atau sedang bekerja di dapur.

Baca: 7 Langkah Cegah Virus Corona Bagi Orang-Orang yang Terpaksa Bekerja dan Beraktivitas di Luar Rumah

"Tetapi (penggunaaanya) tidak berlebihan agar tidak menimbulkan iritasi kulit dan harus berhati-hati karena mengandung bahan yang mudah terbakar," imbuh Wiku.

Kemudian, upaya lain yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus juga dapat dilakukan dengan menjaga diri untuk tidak menyentuh area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.

"Metode pencegahan melalui rajin mencuci tangan akan lebih maksimal bila diikuti dengan menghindari menyentuh area wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut," kata Wiku.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved