Virus Corona
Cara Mencegah Virus Corona saat Berada di Luar hingga Kembali ke Rumah
Dokter memberikan sejumlah panduan pencegahan virus corona saat berada di luar hingga kembali ke rumah.
TRIBUNNEWS.COM - Untuk memutus rantai penularan virus corona (COVID-19), pemerintah menetapkan kebijakan bekerja, belajar, beribadah dari rumah.
Namun, sebagian orang tidak memungkinkan mengerjakan pekerjaannya dari rumah.
Sementara, perkembangan virus corona di Indonesia semakin meningkat setiap harinya.
Berdasarkan data terbaru, dilansir dari covid19.go.id, jumlah kasus positif telah mencapai 1.414 pasien.
Lantas, bagaimana cara untuk mencegah terjadinya penularan virus corona saat kita masih harus beraktivitas di luar rumah?
Dokter Umum di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah, dr. M. Fiarry Fikaris, memberikan sejumlah panduan pencegahan virus corona saat berada di luar hingga kembali ke rumah.
Berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah penularan virus corona saat berada di luar rumah hingga pulang:
1. Rutin mencuci tangan
Menurut dr. Fiarry, langkah pertama yang dapat dilakukan ketika masih harus beraktivitas di luar rumah adalah rutin mencuci tangan.
"Rutin mencuci tangan, baik sebelum memasuki tempat, sesudah memasuki tempat, sebelum makan, dan sesudah kontak fisik dengan orang lain," terangnya saat dikonfirmasi Tribunnews.com beberapa waktu lalu.
2. Usahakan Menerapkan Social Distancing
Selanjutnya, masyarakat yang masih harus bekerja di luar rumah, sebisa mungkin harus dapat menerapkan social distancing.
"Misal wajib kerja, atur posisi kursi jangan sampai terlalu dekat," kata Fiarry.
3. Segera mandi dan rendam pakaian ketika sampai rumah
Sepulang beraktivitas di luar rumah, menurut Fiarry, setiap orang harus segera mandi dan merendam pakaian yang ia kenakan.
"Segera mandi dan rendam pakaian yang baru dipakai dengan disinfektan untuk membunuh virus corona," tuturnya.
Menurut unggahan di akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, @kemenkominfo, seseorang yang selesai beraktivitas di luar rumah dilarang duduk ataupun tiduran sebelum mandi dan berganti pakaian.
Baca: Dokter Erlina Jelaskan Gejala Baru Pasien Positif Virus Corona yang Tak Bisa Menicum Bau
Selain itu, sebelum masuk ke rumah, orang tersebut diwajibkan untuk melepas alas kaki, membuang tanda terima pembelian atau kertas-kertas yang tidak terpakai lainnya.
Selepas beraktivitas di luar rumah, seseorang juga dianjurkan menghancurkan masker sekali pakai dan membuangnya ke tempat sampah serta menyemprotkan alkohol disinfektan pada pakaian, ponsel, kacamata, kunci, dan sebagainya.
3. Segera izin tidak masuk kerja apabila mengalami gejala COVID-19
Lebih lanjut, Fiarry menganjurkan supaya pekerja segera mengambil izin tidak masuk apabila mengalami gejala COVID-19.
"Sebaiknya izin tidak masuk kerja dulu untuk swakarantina, jika tidak bisa izin, gunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet," kata Fiarry.
4. Makan Makanan Bergizi
Selain itu, dalam rangka pencegahan virus corona, Fiarry juga menganjurkan untuk makan makanan bergizi cukup.
"Terutama yang mengandung vitamin dan mineral seperti zinc, selenium, dan zat besi untuk membuat sistem imun tetap prima," lanjutnya.
Sementara, saat seseorang berada di dalam rumah, ia juga harus disiplin melakukan langkah-langkah pencegahan.
Menurut Fiarry, langkah-langkah yang harus dilakukan tak jauh berbeda dengan ketika seseorang berada di luar rumah.
Namun, ada sejumlah hal lainnya yang perlu dilakukan di rumah sebagai upaya pencegahan.
Berikut hal-hal yang penting dilakukan di dalam rumah untuk mencegah virus corona:
1. Rutin membersihkan rumah dan perabot
Fiarry menyampaikan, untuk mencegah virus corona, seseorang juga perlu membersihkan rumah dan perabotannya.
Pembersihan tersebut dilakukan menggunakan cairan disinfektan yang mampu membunuh virus corona.
Baca: Update Corona Indonesia, 1.414 Pasien Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Tingkat Kematian Capai 8,63%
2. Tidak menumpuk barang-barang yang mungkin menjadi carier virus corona
Fiarry juga menganjurkan supaya tidak menumpuk barang-barang yang kemungkinan menjadi carrier virus corona.
"Contohnya uang kertas, baju kotor, kacamata, dompet dan benda lain yang digunakan di luar rumah, bisa dibersihkan dengan larutan disinfeksi tadi, lalu keringkan," terangnya.
3. Lakukan swakarantina dari keluarga ketika mengalami gejala virus corona
Ketika mengalami gejala ringan virus corona, Fiarry menganjurkan untuk melakukan swakarantina dari keluarga.
"Silakan swakarantina dari keluarga sendiri dengan cara tidur berbeda kamar atau bahkan pisah rumah sementara," kata Fiarry.
"Kemudian tidak kontak fisik, memakai masker agar keluarga dekat tidak tertular," tambahnya.
Sementara itu, apabila mengalami gejala berat, Fiarry menganjurkan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan yang menangani COVID-19 di kota masing-masing.
Masyarakat Adalah Garda Terdepan Pemutus Rantai Penularan COVID-19
Dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan Dr. dr. Erlina Burhan Msc Sp. P (K), mengatakan memutus rantai penularan virus corona (COVID-19) sangat perlu dilakukan.
Ia pun menegaskan, garda terdepan dalam pemutusan rantai penularan virus corona ini adalah seluruh masyarakat.
"Memutus rantai penularan ini merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan bilamana ingin lepas dari COVID-19," kata Erlina, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube BNPB, Senin (30/3/2020).
"Saya ingin menyampaikan, garda terdepannya adalah masyarakat, bukan tenaga kesehatan, jadi masyarakat lah yang berperan," sambungnya.
Seperti yang diketahui, Erlina menambahkan, penularan COVID-19 dapat terjadi melalui dua cara.
Di antaranya yaitu penularan langsung dan tidak langsung.
"Langsung itu adalah bila mana pasien batuk, maka akan keluar droplet atau cipratan yang keluar saat batuk atau bersin dan jaraknya sekitar satu meter," terangnya.
Oleh karena itu, menurut Erlina, menjaga jarak atau physical distancing menjadi hal yang harus secara disiplin dilaksanakan setiap orang.
Baca: Cara Menggunakan Hand Sanitizer yang Benar, Jika Tangan Terlalu Kotor Gunakan Air & Sabun
"Untuk mengantisipasi penularan langsung perlu dilakukan beberapa hal seperti memakai masker bagi yang sakit dan merasa tidak sehat, berjarak lebih dari 1 meter, dan di rumah aja," ungkapnya.
"(Di rumah aja) ini penting karena ini mencegah interaksi dengan orang."
"Menghindari interaksi sosial ini di ataranya menghindari bertemu banyak orang, menghindari kerumunan, jika tidak perlu tidak usah keluar," tegasnya.
Sementara itu, apabila sangat mendesak untuk keluar rumah, Erlina menyarankan untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan masker apabila berada di kerumunan.
"Kalau sangat-sangat penting, harus keluar, dan berinteraksi dengan orang, jaga jarak satu meter, dan apabila berada di kerumunan lebih baik pakai masker," pesannya.
Baca: Mencegah Terinfeksi Virus Corona dengan Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Ini 7 Caranya
Sedangkan penularan lainnya, yaitu penularan tidak langsung.
Penularan tidak langsung dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi dengan virus.
"Penularan tidak langsung adalah apabila menyentuh benda yang terkontaminasi dengan virus sehingga tangan kita tercemar oleh virus tersebut, sehingga yang paling efektif adalah mengupayakan untuk tidak menyentuh wajah," kata Erlina.
Ia pun menekankan pentingnya mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.
(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/grafis-corona-corona-covid-19.jpg)