Virus Corona
Profesor UI Sebut Banyak Masyarakat Tak Patuh soal Corona: Denda Saja, Kalau Penjara Enggak Muat
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Prof. Dr. Hasbullah Thabrany dorong pemerintah tetapkan denda untuk pelanggar aturan corona.
Penulis:
Ifa Nabila
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
"Jadi kita korban sedikit, kurangi kegiatan ekonomi, kegiatan keinginan kita untuk berkumpul dan lain sebagainya, untuk manfaat yang lebih besar," kata Thabrany.
"Nah, ini enggak disadari banyak umat walaupun dibaca barangkali," imbuhnya.
Maka dari itu, Thabrany berharap pemerintah segera menerapkan kebijakan denda.
Namun pemerintah tak perlu sampai memberi hukuman penjara lantaran banyaknya jumlah pelanggar di Indonesia.
"Maka ada yang perlu lebih tegas lagi, saya mendukung supaya ada tindakan lebih tegas, kalau perlu denda," pesan Thabrany.
"Kalau masukin penjara enggak cukup penjara kita. Dendalah ini."
"Karena manusia itu pemikirannya bersifat jangka pendek, enggak ngerti. Jadi kalau dia dipaksa, Insya Allah nanti dia akan mengerti," tandasnya.
Berikut video lengkapnya:
Tegal jadi contoh pembatasan sosial berskala besar
Dalam segmen sebelumnya, para narasumber di studio tersambung dengan Wakil Wali Kota Tegal, Jumadi yang menjelaskan soal isolasi wilayah.
Dengan diberlakukannya isolasi wilayah, ini artinya akses keluar masuk ke Tegal sangat dibatasi.
Bahkan akses jalan pun 95 persen sudah ditutup dan hanya membuka jalur utama saja.
Jumadi menyebut hal itu dimaksudkan agar Pemkot melalui aparat yang bertugas bisa mengawasi orang-orang serta barang yang keluar masuk.
"Betul, bahwasannya akses ke Kota Tegal kita batasi, hanya perlu satu akses saja, agar kita bisa mengontrol lalu lintas orang, lalu lintas barang di Kota Tegal," kata Jumadi.
Jumadi menyebut kebijakan Pemkot Tegal ini sebagai bentuk kepatuhan agar program pemerintah pusat berhasil.