Virus Corona

Curhat Dokter Tak Bisa Bertemu Anak karena Tangani Pasien Corona: Sekarang Dititipkan ke Neneknya

dr Astari menyampaikan, dirinya tak bisa bertemu dengan sang anak, setelah adanya pandemi virus corona.

YouTube Indonesia Lawyers Club
Dokter Astari di Indonesia Lawyers Club, Selasa (31/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Paru-paru, dr Astari menyampaikan, dirinya tak bisa bertemu dengan sang anak, setelah adanya pandemi virus corona.

Mengingat, Astari harus menangani pasien virus corona di rumah sakit yang terus berdatangan.

"Saya pribadi yang paling terasa kaitannya dengan wabah corona ini adalah saya dengan anak saya."

"Anak saya laki-laki umur satu tahun dan faktanya saya enggak bisa sama-sama dia di sini," ujar Astari, dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (1/4/2020).

Astari akhirnya terpaksa menitipkan sang putra kepada ibunya yang tinggal di Klaten.

"Anak saya sekarang di Klaten, umur 1 tahun."

"Sekarang dititipkan ke neneknya, kenapanya ya karena corona," jelasnya.

Baca: Bisakah Seseorang Tertular Corona dari Pasien yang Sudah Meninggal? Begini Penjelasan Dokter

Baca: Di ILC, Zainal Arifin Minta Hentikan Kepentingan: Jangan-jangan Ada Kepala Daerah Mau Tampil 2024

Baca: UPDATE Corona 1 April 2020 di DKI Jakarta: 808 Kasus Positif, 50 Sembuh, 85 Meninggal Dunia

Sejumlah tenaga medis berfoto bersama di RS Cremona, Lombardy, tenggara Milan, Jumat (13/3/2020). Italia adalah negara dengan tingkat pandemi virus corona tertinggi di dunia mengalahkan Cina, dengan jumlah kasus positif di atas 85 ribu jiwa dan lebih dari 9 ribu orang meninggal dunia hingga 29 Maret 2020. Ganasnya penyebaran Covid-19 di Italia membuat tenaga medis yang terbatas mulai kewalahan. AFP/PAOLO MIRANDA
Sejumlah tenaga medis berfoto bersama di RS Cremona, Lombardy, tenggara Milan, Jumat (13/3/2020). Italia adalah negara dengan tingkat pandemi virus corona tertinggi di dunia mengalahkan Cina, dengan jumlah kasus positif di atas 85 ribu jiwa dan lebih dari 9 ribu orang meninggal dunia hingga 29 Maret 2020. Ganasnya penyebaran Covid-19 di Italia membuat tenaga medis yang terbatas mulai kewalahan. AFP/PAOLO MIRANDA (AFP/PAOLO MIRANDA)

Astari menambahkan, para tenaga medis yang bekerja di rumah sakit, harus selalu menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Semua prosedur harus kami lakukan sesuai dengan SOP-nya," ungkapnya.

Menurutnya, APD harus dipakai oleh tenaga medis, demi melindugi diri sendiri dan pasien.

Halaman
123
Penulis: Nuryanti
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved