Virus Corona

Moeldoko Ujicoba Kegiatan Berbasis Program Dasa Wisma Ajak Masyarakat Lawan Virus Corona

Langkah kesembilan, sebagai simbol warga sudah saling terhubung akan ditempel stiker 10 Rumah AMAN .

istimewa
Dasa Wisma 10 Rumah Aman yang merupakan Program yang digagas Kantor Staf Presiden (KSP), mendapat respon positif masyarakat. Saat ini sudah terbentuk 10 komunitas di berbagai wilayah dan akan segera diperluas sebagai embrio untuk sebuah kecamatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dasa Wisma atau 10 Rumah Aman yang merupakan Program yang digagas Kantor Staf Presiden (KSP), mendapat respon positif masyarakat.

Saat ini sudah terbentuk 10 komunitas di berbagai wilayah dan akan segera diperluas sebagai embrio untuk sebuah kecamatan.

“Kita mengujicoba kegiatan berbasis program Dasa Wisma dengan membangun partisipasi publik melawan corona,” ungkap Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko di Bina Graha, Rabu (1/4).

Moeldoko yakin partisipasi publik akan sangat membantu pemerintah mengatasi penyebaran COVID-19. Dalam program ini, publik membentuk komunitas berbasis daring secara aktif dan mandiri. Masyarakat yang terlibat, nanti akan mendapat supervisi dari relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Puskesmas terdekat.

Memanfaatkan Whatsapps Group (WAG), setiap kelompok terisi 30-40 kepala keluarga atau rumah. Program ini langsung mendapat respon masyarakat di Legok, Tangerang, Banten. Mereka membentuk mata rantai komunitas berbasis teknologi.

“Kami langsung bergerak begitu tahu ada program 10 Rumah Aman. Sebab, kami tahu bila program ini sangat bagus untuk memutus sebaran Covid-19. Sekarang lingkungan RT bisa terhubung kembali satu sama lain dengan arah yang jelas,” kata Agus Heri Nugroho, selaku Ketua RT.3/RW.9, Perum Legok Permai-Blok Flamboyan, Legok, Tangerang, Banten, Rabu (1/4/2020).

Fungsi program pun berkembang. Dampak negatif Covid-19 secara ekonomi ikut diperhatikan. Secara gotong royong, mereka ikut mengumpulkan donasi logistik. Beragam bantuan ini akan disalurkan pada pihak yang membutuhkan di wilayah RT masing-masing. Pengumpulan dan pembagian donasinya dilakukan secara aman. Caranya, donasi logistik diletakan di depan rumah.

“Secara khusus kami menyambut baik program ini. Selain sosial, di situ ada aspek kemanusiaannya. Para warga yang kesulitan secara ekonomi karena Covid-19 akan dibantu secara gotong royong. Hal ini juga sudah mulai berjalan. Sembako dikumpulkan lalu diberikan kepada yang memerlukan,” papar Yana selaku Ketua RT.10/RW.03, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Melalui WAG, struktur kelompok ini juga terbentuk rapi. Selain ada ketuanya, kelompok ini menunjuk Petugas Dasa Wisma atau Karang Taruna. Mereka memastikan anggotanya #diRumahSaja dan rutin memonitor Suhu Tubuh setiap warganya. Informasi tersebut lalu dilaporkan kepada Ketua Kelompok melalui WAG. Dilakukan secara marathon, informasi itu lalu diteruskan kepada Ketua RT.

Warga secara mandiri terus mengantisipasi gejala paparan Covid-19. Sebut saja, kenaikan suhu badan di atas 37,5 derajat celcius. Tanda lain munculnya radang tenggorokan, batuk, sesak nafas dengan durasi 2 hari atau lebih. Muryanto, selaku Ketua RT.4/RW.9, Perum Legok Permai Blok Flamboyan, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten mengatakan, masyarakat pro aktif terhadap himbauan pemerintah.

Halaman
1234
Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved