Virus Corona
Dampak Corona, Lebih dari 1.000 Hotel Tutup, Karyawan Cuti Tanpa Gaji hingga PHK
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah mencatat lebih dari 1.000 hotel di indonesia terkena imbas pandemi corona.
Benk menilai, banyak hotel yang mengandalkan operasional bulan Maret dari hasil bulan Januari dan Februari.
"Tapi kalau April masih kaya gini, kukutnya makin banyak lagi," ungkapnya.
Benk mengakui banyak manajer-manajer hotel yang harus ikhlas untuk ditunda pembayaran gajinya.
"Manajer-manajer juga harus dikasih pengertian, masuk tapi digaji kapan-kapan. Kalau karyawan kan gak bisa," ungkapnya.
Namun Benk juga mengungkapkan masih ada karyawan yang masih menuntut agar tetap digaji.
Sudah Lakukan Terobosan
Benk mengungkapkan banyak hotel yang sudah menerapkan paket-paket agar industri perhotelan tetap berjalan di tengah pandemi corona.
Paket isolasi diri hingga paket bekerja dari hotel telah ditawarkan.
"Sudah bikin paket mulai dari self isolation, dilengkapi teleconference baik untuk pemerintahan dan corporate, namun saat ditawari paket ya menolak," ungkapnya.
Selain itu banyak penghematan yang sudah dilakukan manajemen hotel.
"Mulai dari mengurangi penggunaan jumlah lantai hingga meminimalisir penggunaan lift," ujarnya.
Benk menyebut banyak hotel yang menerapkan imbauan untuk menggunakan jika hanya berpindah ke satu dua lantai.
"Juga menutup tempat yang memungkinkan kerumunan seperti kolam renang," ujarnya.
Negara Harus Beri Stimulus
Sementara itu Benk mengungkapkan pemerintah harus memberikan stimulus kepada hotel agar dapat menyelamatkan dari kerugian yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hotel-amerika.jpg)