Rabu, 13 Mei 2026

Virus Corona

Penelitian Sebut 'Lockdown' Harus Dilakukan Selama 6 Minggu agar Efektif Kendalikan Wabah Corona

Penelitian menunjukan lockdown harus berlangsung selama enam minggu agar bisa efektif untuk mengendalikan wabah corona.

Tayang:
Penulis: Inza Maliana
Editor: Ifa Nabila
AFP/JEWEL SAMAD
Seorang petugas keamanan berjaga-jaga di sebuah pos pemeriksaan selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 di New Delhi. Kamis (26/3/2020). (AFP/Jewel SAMAD) 

Contohnya seperti, lockdown ketat yang dilakukan di Italia dan California.

Atau pengujian besar-besaran dan karantina massal yang ada di Korea Selatan dan Singapura.

Dan juga kombinasi keduanya yang diterapkan di Cina.

Seorang paramedis membawa pasien dengan tandu dari ambulans ke ruang gawat darurat, didirikan tenda, di halaman Rumah Sakit Henri Mondor di Creteil, dekat Paris, Prancis pada Kamis (26 Maret 2020), Pada hari kesepuluh dari Lockdown yang bertujuan untuk membatasi penyebaran COVID-19 (novel coronavirus) di Prancis. (AFP/Thomas SAMSON)
Seorang paramedis membawa pasien dengan tandu dari ambulans ke ruang gawat darurat, didirikan tenda, di halaman Rumah Sakit Henri Mondor di Creteil, dekat Paris, Prancis pada Kamis (26 Maret 2020), Pada hari kesepuluh dari Lockdown yang bertujuan untuk membatasi penyebaran COVID-19 (novel coronavirus) di Prancis. (AFP/Thomas SAMSON) (AFP/THOMAS SAMSON)

"Singapura dan Korea Selatan mengadopsi jalur uji besar-besaran dan karantina, yang tampaknya menjadi satu-satunya alternatif yang berhasil," jelas Sood.

Mereka mengatakan AS menghadapi tantangan yang unik, karena hanya setengah dari negara bagiannya yang mengadopsi kebijakan ketat untuk menahan penyebaran wabah.

Pada awal bulan lalu, ketika AS melaporkan sekitar 1.000 kasus virus corona dan puluhan kematian, para pejabat AS mengatakan bahwa risiko infeksi bagi masyarakat Amerika rendah.

Namun, setelahnya jumlah kasus telah meningkat secara signifikan selama dua minggu terakhir.

Hingga kini, mereka melaporkan lebih dari 245.000 kasus pada Kamis (3/4/2020).

Adapun di Inggris, awalnya mereka mempunyai strategi "herd imunity" untuk mengatasi virus corona.

Namun kini mereka telah memperkenalkan langkah-langkah yang sama dengan negara lain.

Seperti menjaga jarak sosial, melarang pertemuan besar dan menutup sekolah, bar, restoran, pusat kebugaran, dan bioskop.

(Tribunnews.com/Maliana)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved