Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

Singapura Kirim Bantuan ke Indonesia untuk Melawan Covid-19

Pemerintah Singapura telah memberikan kontribusi tambahan persediaan medis untuk mendukung upaya Indonesia melawan Corona.

Tayang:
Facebook Kedubes Singapura di Jakarta
Mendagri Tito Karnavian saat menerima bantuan alat test covid-19 dari Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Singapura telah memberikan kontribusi tambahan persediaan medis untuk mendukung upaya Indonesia untuk memerangi pandemi COVID-19.

Hal ini menyusul hasil diskusi antara Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo pada 11 Maret 2020 tentang memperkuat kolaborasi antara Singapura dan Indonesia untuk memerangi COVID-19.

Baca: Wanita Asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Dengan Seutas Tali Melingkar di Lehernya

Baca: Lima Rekrutan Paling Zonk Persib Bandung di Era Liga 1: Ada yang Cuma 4 Bulan Lalu Didepak

⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kedubes Singapura, dalam keterangannya, mengatakan, Pemerintah Singapura telah memberikan kontribusi total 30,000 tes diagnostik dan lima mesin Polymerase Chain Reaksi (PCR) untuk deteksi COVID-19, serta 1,050 set peralatan pelindung pribadi, 100 media transportasi viral, dan empat pemindai termal. Barang-barang ini akan dikerahkan di Jakarta, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Nayar menyerahkan pengiriman barang-barang terbaru kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menerimanya atas nama Pemerintah Indonesia pada 3 April 2020.

5 Langkah Peningkatan untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona di Singapura

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menyampaikan pidatonya pada (3/4/2020) mengenai situasi terkini Covid-19 di Singapura serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

PM Lee Hsien Loong mengumumkan bahwa Singapura akan menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat lagi untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Langkah-langkah tersebut yaitu menutup kantor yang tidak menyajikan kebutuhan atau layanan penting, memperkenalkan pembelajaran sekolah di rumah, keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan pokok, serta tidak makan di tempat jika membeli makanan di restoran.

Baca: UPDATE Perkembangan Covid-19 di Singapura, 1 WNI Kembali Meninggal Dunia

Baca: Nenek Usia 102 Tahun Jadi Pasien Tertua COVID-19 di Singapura

Berikut penjabarannya:

1. Tempat kerja, kecuali yang menyajikan layanan esensial dan berada sektor ekonomi utama, harus ditutup mulai Selasa, 7 April 2020

Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor.
Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor. (Catherine LAI / AFP)

Perusahaan makanan seperti restoran dan pusat jajanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi dan bank tetap buka.

Ini berarti masyarakat tidak perlu memasok barang-barang seperti kertas toilet untuk persediaan berminggu-minggu.

Masyarakat disarankan untuk mengubah kebiasaan dan dan belanja di jam sibuk untuk menghindari keramaian.

Semua objek wisata seperti museum, pusat kebugaran, kasino, dan taman bertema akan ditutup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved