Virus Corona
226 dari 637 Jemaat Acara Keagamaan di Lembang Bandung Terpapar Covid-19
Sebanyak 226 dari 637 jemaat Gereja Bethel Indonesia yang mengadakan acara massa di Lembang, Bandung Barat, awal Maret lalu positif terpapar corona.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap satu data terbaru yang mencengangkan.
Tim telah mengadakan uji cepat gejala penyakit yang ditularkan virus Corona 2019 (Covid-19) terhadap 637 jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang mengadakan acara massa di Lembang, Bandung Barat, awal Maret lalu.
Hasilnya, 226 orang positif.
"Dari 637 jemaat Gereja Bethel yang dites, 226-nya positif atau 35 persen," ujar Ridwan Kamil saat melaporkan data terbaru kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin melalui teleconference, Jumat (3/4/2020).
Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan para jemaat GBI Lembang terinfeksi dari pendeta bersama istri tersebut yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Pendeta dan istrinya, sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Mereka (jemaat) berkumpul. Pendetanya melakukan sentuhan fisik. Ini rasionya yang lebih besar," kata dia.
Pada 24 Maret lalu diberitakan TribunJabar.Id, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengumumkan pasien dalam pengawasan (PDP) asal KBB yang meninggal dunia di Bandung, dinyatakan positif terpapar virus Corona.
Pasien tersebut diketahui merupakan seorang pendeta asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat yang sempat mengikuti kegiatan keagamaan di Lembang Asri pada 3-5 Maret 2020.
Baca: Lebih dari 1 Juta Orang Positif Covid-19, Simak Cara Penyebaran Virus Corona yang Sering Terjadi
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Network, dua orang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sukawarna Bandung, Jawa Barat, telah berpulang.
Seorang meninggal pada Sabtu 21 Maret pagi, dan seorang pendeta lainnya, meninggal Minggu 22 Maret sore.
Sebelumnya, dalam waktu 3 hari, sejak tanggal 3 hingga 5 Maret dilanjutkan tanggal 11 Maret, kedua pendeta memimpin acara ibadah doa, pujian, penyembahan dan pengurapan jemaat.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nanang Ismantoro, mengatakan pasien yang meninggal tanggal 21 Maret memiliki mobilitas yang cukup tinggi.
"Di Kabupaten Bandung Barat yang positif itu ada dua. Pertama pendeta yang sudah meninggal, dan yang satunya lagi istrinya, saat ini sedang diisolasi di RSHS Bandung," ujar Nanang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/3/2020).
Nanang mengatakan, jemaat lain yang mengikuti kegiatan kegamaan di Lembang awal Maret itu juga ada yang terpapar virus corona.
"Acara yang di Lembang Asri memang banyak yang terpapar di sana. Sekarang sedang diidentifikasi orang-orangnya. Nanti akan langsung kita rapid test," katanya.
Baca: Garong Toko Emas di Jakbar Meninggal Karena Covid-19, Polisi yang Menangkapnya Wajib Isolasi Dir
Salah satu jemaat yang terinfeksi itu merupakan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, namun dia berdomisili di daerah Kota Bandung.
"Iya dokter yang bekerja di RSUD Lembang itu merupakan jemaatnya dia, cuma dokter itu beralamat di Kota Bandung," ucapn Nanang.
Nanang mengatakan, saat ini petugas medis masih menelusuri jemaat yang hadir dalam kegiatan keagamaan di Hotel Lembang Asri itu untuk dilakukan tes cepat atau rapid test.
"Semua yang ikut acara itu dinyatakan Orang dalam Pemantauan (ODP). Untuk tindakan sementara, lokasi acara itu sudah disemprot disinfektan," katanya.
Di sisi lain, Kang Emil mengaku sudah membagikan hampir 50 ribu rapid test ke seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat (Jabar).
Namun baru 15 ribu yang dilaporkan melakukan tes, dengan 677 dengan di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Dari jumlah itu, 226 yang positif adalah jemaat di GBI Lembang.
"Jadi kesimpulannya, semakin kita banyak mengetes, semakin kita tahu virus ini beredar di mana saja. Maka saya meyakini sebenarnya kasus kita berlipat-lipat. Tetapi karena kecepatan mengetes ini tidak sebanyak yang kita harapkan, maka data yang datang juga seolah-olah sedikit," katanya.
Baca: Ridwan Kamil: Indonesia Perlu Tes Minimal 2 Juta Penduduk untuk Melihat Peta Persebaran Covid-19
Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 196 orang dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data Jumat (3/4/2020) sampai pukul 15.40 WIB, yang positif Covid-19 1.986 orang. Jumlah meninggal 181 jiwa dan sembuh 134 pasien.
Kasus terbesar terjadi di DKI Jakarta, terkonfirmasi 971 kasus, sembuh 52 pasien, dan meninggal 90 jiwa.
Kemudian diikuti Jawa Barat, terkonfirmasi 225 kasus, sembuh 12 pasien, dan meninggal 25 jiwa.
Selanjutnya, Banten yang terkonfirmasi 170 kasus, sembuh 7 pasien, dan meninggal 14 jiwa.
Melalui tindakan uji cepat corona di berbagai tempat, Pemprov Jawa Barat menemukan terdapat empat institusi kenegaraan yang memiliki anggota atau siswa yang terindikasi positif virus corona, tapi masih harus menjalani tes lebih lanjut.
"Kesimpulannya saya mengimbau lembaga kenegaraan di pemerintah pusat yang memiliki lembaga pendidikan berlokasi di Jawa Barat, agar segera koordinasi dengan kami, untuk melakukan pengetesan kepada siswa-siswa yang sedang berasrama atau tinggal berpendidikan di institusi pendidikan kenegaraan tersebut, karena ditemukan indikasi positif di empat institusi kenegaraan yang berlokasi di Jawa Barat," kata Emil. (Tribun Network/vin/sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rapid-test-bogor-jawa-barat-3.jpg)