Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Semua Orang Bisa Melawan Virus Covid-19: 'Panik dan Rasa Cemas akan Membuat Kita Mudah Terpapar'

Diperlukan sebuah gerakan yang menciptakan rasa optimis di masyarakat, dalam memerangi pandemi virus corona.

Editor: Dewi Agustina
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas melakukan pemasangan semprotan disinfektan otomatis yang menggantung di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) frontage road Jalan A Yani yang nantinya akan menyemprot kendaraan yang melintas masuk ke arah Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/4/2020). Semprotan disinfektan otomatis itu guna memastikan seluruh kendaraan dalam keadaan steril khususnya dari virus corona (Covid-19) saat masuk Kota Surabaya. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Doni berkeyakinan, jika Basuki saat itu panik, mungkin saja bisa langsung tepapar virus corona dari hasil pertemuan dengan Budi Karya.

"Panik, rasa cemas dan kekhawatiran akan membuat imunitas turun dan membuat kita mudah terpapar," ucapnya.

Ia juga menekankan agar masyarakat memaruhi saran dokter serta pemerintah untuk mengisolasi diri, terutama mengikuti arahan-arahan, panduan-panduan apa yang harus dilakukan selama pandemi virus corona ini.

"Seperti halnya harus memakan makanan yang bergizi, cukup istirahat, pikirannya tidak boleh kalut, tidak boleh panik, hati harus gembira, harus optimis," ucapnya.

Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Sarankan 4 Kelompok yang Harus Lakukan Isolasi Mandiri

Tuda-Muda Dipisah

Langkah lain, kata Doni, sangat penting sekali memisahkan kelompok muda dengan kelompok rentan.

"Pentingnya kita untuk melakukan pemisahan kelompok rentan artinya usia lanjut. Di berbagai negara sebagian besar yang rentan itu yang berusia di atas 60 tahun, demikian juga kelompok rentan lainnya yakni yang memiliki penyakit penyerta," katanya.

Untuk itu menurutnya dibutuhkan kesadaran dari kelompok muda untuk tidak berdekatan dengan kelompok rentan.

Karena kelompok muda berpotensi menjadi pembawa virus (carrier) yang dapat menularkan kepada kelompok rentan.

Kepala BNPB Doni Monardo Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/4).
Kepala BNPB Doni Monardo Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/4). (BNPB)

"Kita sehat tetapi sebenarnya kita tidak tahu apakah status kita positif atau negatif. Ketika status kita positif, kita tidak mampu mengontrol diri, maka kita bisa menjadi pembawa maut bagi saudara kita yang lain," katanya.

Menurutnya, pemberitahuan atau imbauan agar kelompok muda tidak berdekatan dengan kelompok rentan tersebut harus menjadi prioritas. Menjaga jarak dilakukan bukan hanya di tempat publik melainkan juga di dalam rumah.

"Pemberitahuan untuk tidak mendekatkan diri kepada keluarga kita yang berusia lanjut harus menjadi prioritas, bukan hanya di area publik tapi juga di dalam rumah untuk tetap memperhatikan masalah physical distancing," ujar dia.

Baca: Jadi Wagub DKI, Harta Terbanyak Riza Patria Berupa Tanah dan Bangunan Senilai Rp 17,2 Miliar

Wajib Pakai Masker

Sementara itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mempercepat pengadaan serta distribusi masker ke masyarakat. Presiden Ingin semua warga yang beraktivitas di luar mengenakan masker.

"Saya minta juga penyiapan masker sekarang ini betul-betul disiapkan dan diberikan kepada masyarakat. Karena kita ingin setiap warga yang harus keluar rumah itu wajib memakai masker," kata Presiden dalam rapat terbatas Laporan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, melalui jarak jauh, Senin (6/4/2020).

Ilustrasi masker
Ilustrasi masker (Times of India)

Hal itu menurut Presiden sesuai dengan anjuran WHO bahwa warga yang Keluar rumah harus mengenakan masker.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan