Virus Corona
Wartawan Lakukan Rapid Test di Kemenkominfo, Tak Sampai 10 Menit Selesai
Kemenkominfo menggandeng Halodoc untuk menggelar rapid test gratis kepada para awak media.
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pengendara motor nampak memasuki kawasan Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), di Jl Medan Merdeka Barat No 9, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2020).
Para pengendara motor tersebut ternyata adalah wartawan yang akan melakukan rapid test virus corona atau Covid-19.
Diketahui, Kemenkominfo menggandeng Halodoc untuk menggelar rapid test gratis kepada para awak media.
Adapun rapid test itu dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 10.00-12.00 WIB dan pukul 13.00-14.00 WIB.
Baca: KM Lambelu Sempat Dilarang Bersandar di NTT, Begini Penjelasan Pelni
Pantauan Tribunnews.com, ada tiga jalur yang dapat digunakan oleh para wartawan. Yakni jalur pejalan kaki, jalur motor, dan jalur mobil.
Dengan kata lain, wartawan dapat memilih melakukan rapid test dengan tetap berada di atas kendaraannya, seandainya menggunakan motor atau mobil.
Kebanyakan dari wartawan hadir menggunakan kendaraan roda dua.
Mereka masuk ke jalur motor yang dibatasi oleh cone dan tali pembatas bertuliskan 'dilarang melintas'.
Nampak sejumlah petugas Kemenkominfo dan Halodoc berjaga untuk mengarahkan para wartawan yang akan melakukan rapid test.
Awalnya wartawan akan dimintai keterangan terkait data diri oleh petugas Halodoc yang mengenakan kaus merah.
Dengan tetap berada di atas motornya, wartawan akan diarahkan ke tenda-tenda dimana petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD).
Terdapat enam bilik tenda. Dimana masing-masing bilik berisikan satu petugas Halodoc dan satu petugas yang mengenakan APD.
Baca: Tak Ada Pemberitaan Soal Virus Corona di Korut?
Petugas dengan APD itu menggunakan masker, sarung tangan, baju layaknya baju astronot warna abu-abu. Selain itu mereka juga mengenakan kain penutup rambut dan face shield (pelindung wajah).
Dihadapan petugas itu terdapat meja dengan alat-alat untuk melakukan rapid test. Mulai dari alat rapid test sendiri, kemudian ada tisu, hand sanitizer, hingga safety box berwarna kuning.
Wartawan pun hanya perlu menjulurkan tangannya kepada para petugas dengan tetap berada di atas motor.
Rapid test kemudian dilakukan dengan pengambilan darah di bagian jari seperti layaknya tes gula darah. Setelahnya wartawan akan menerima hasil rapid test tersebut paling cepat sehari setelahnya melalui aplikasi Halodoc.
Adapun proses dari awal hingga berakhirnya rapid test kurang dari 10 menit lamanya. Namun, dalam pelaksanaan rapid test ini tak ada pertanyaan seputar apakah wartawan memiliki kontak dengan pasien positif virus corona hingga riwayat perjalanan keluar negeri.
Baca: Ombudsman: Pemerintah Harusnya Tegas soal Larangan Ekspor Masker dan APD
Diketahui, pelayanan rapid test ini memang diperuntukkan awak media atau wartawan dan tidak dipungut biaya.
Para wartawan yang akan melakukan rapid test harus melakukan pengisian formulir melalui Google Form terlebih dahulu sehari sebelumnya.
Selain itu, mereka juga harus menginstal aplikasi Halodoc, dan melakukan pemesanan atau booking rapid test melalui aplikasi tersebut.