Breaking News:

Virus Corona

Komisioner Ombudsman Cerita Saat Diisolasi RS Bhayangkara Brimob Akibat Positif Corona

Namun, Ninik tak bisa memastikan apakah ruangan isolasi lainnya di rumah sakit tersebut juga berisikan dua orang pasien.

zoom-inlihat foto Komisioner Ombudsman Cerita Saat Diisolasi RS Bhayangkara Brimob Akibat Positif Corona
Dok. Komisioner Ombudsman RI Ninik Rahayu
Komisioner Ombudsman RI Ninik Rahayu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Ombudsman RI Ninik Rahayu sempat menjalani isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sebelum dinyatakan sembuh dari virus corona atau Covid-19.

Meski kebanyakan rumah sakit rujukan Covid-19 membuat satu ruangan isolasi bagi satu pasien, Ninik mengungkap dirinya diisolasi bersama orang lain.

Dengan kata lain, satu ruangan isolasi diisi oleh dua orang pasien terkait virus corona.

Ninik  diisolasi bersama Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari.

"Nggak (satu pasien satu ruangan) dong. Kebetulan kami (Ninik dan Lely) pasien pertama di RS Bhayangkara Brimob, saya berdua satu kamar. Iya dengan Bu Lely," ujar Ninik ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (9/4/2020).

Baca: Komisioner Ombudsman Cerita Pengalamannya Antre Masuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Namun, Ninik tak bisa memastikan apakah ruangan isolasi lainnya di rumah sakit tersebut juga berisikan dua orang pasien.

"Tapi (bagaimana di ruangan isolasi) yang lain kami nggak tahu ya. Karena kami itu masuk yang pertama," kata dia.

Ninik kemudian mengungkap sempat ditawari oleh kepala rumah sakit (Karumkit) setempat untuk menggunakan ruangan isolasi secara terpisah dengan Lely.

Akan tetapi mereka berdua menolak opsi tersebut.

Dia beralasan keduanya justru dapat saling mendukung kondisi satu sama lain.

Selain itu, Ninik juga memikirkan bahwa harus berbagi ruangan dengan pasien lain. Sehingga rumah sakit lebih dapat banyak menampung pasien.

"Saya sempat ditawari Pak Karumkit mau sendiri-sendiri nggak ruangannya. Tapi nggak, supaya kami saling mensupport satu sama lain. Biar bisa komunikasi dan melakukan lainnya dan harus berbagi (ruangan). Dan betul ternyata, seminggu kemudian saya lihat banyak pasien masuk gitu," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved