Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Fakta Corona Menurut Ahli Virus, soal Menular ke Hewan hingga Bisa Kambuh

Ahli virus drh. Moh Indro Cahyono ungkap fakta soal virus corona. Menular dari dan ke kucing atau anjing hingga perbedaan carrier dan vector.

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiara Shelavie
Mahadeo Sen/TOI, BCCL, Ranchi
Ilustrasi pasien virus corona. 

"Sehingga pada saat masa kedua dia terkena kembali, maka dia masih bisa terkena, tapi sistem kekebalan tubuhnya dia akan melawan," paparnya.

Sehingga proses penyembuhan pasien corona yang terinfeksi kedua kali kemungkinan besar akan lebih cepat.

Penularan ini rawan terjadi jika pasien corona yang sudah sembuh berada di lingkungan dengan paparan virus yang tinggi.

"Sehingga yang sudah terkenal untuk kedua kalinya, dia masih tetap bisa sehat dan kebal," kata Indro.

"Pertanyaannya apakah masih bisa kena lagi, ya kita pasti akan kena lagi, sedangkan virusnya tersebar ke mana-mana," tambahnya.

Kota Manchester, Inggris saat pandemi virus corona.
Kota Manchester, Inggris saat pandemi virus corona. (manchestereveningnews.co.uk)

3. Pasien corona yang kambuh tak bisa menularkan

Manusia yang kembali terjangkit kemungkinan besar akan menjadi kebal dan tak bisa menularkan ke orang lain.

Hal ini lantaran virus yang ada di dalam tubuhnya sudah kalah sebelum bisa menyebar.

"Apakah manusia yang sudah kebal ini akan menularkan lagi ke orang lain? Jawabannya tidak," tegas Indro.

"Karena kekebalan di dalam tubuh kita sudah menghabiskan virus yang ada di dalam tubuh," sambungnya.

Meski demikian, Indro mengingatkan bahwa pasien corona yang sudah kebal ini tetap bisa menebarkan virus lantaran ia menjadi vector.

Bedanya dengan carrier, vector adalah istilah untuk seseorang yang menyebarkan virus melalui benda terluar dalam tubuhnya atau benda yang suah ia sentuh.

"Tapi, pakaian yang kita bawa, baju, celana, mungkin tangan kita, tidak sengaja memegang meterial-material yang mungkin mengandung virus," kata Indro.

Dengan demikian, saat seseorang menjadi vector memiliki mobilisasi yang tinggi, maka ia berperan dalam penyebaran virus.

"Sehingga pada saat kita berjalan, dari satu tempat ke tempat lain, maka kita akan membawa virus juga," kata Indro.

"Dan bisa kemungkinan untuk menularkan ke orang lain. Tapi ini istilahnya bukan carrier, tapi sebagai vector. Vector itu pembawa," paparnya.

Solusi bagi vector lebih mudah dibanding carrier, vector cukup mencuci baju, cuci tangan, serta mandi.

Berikut video lengkapnya:

(Tribunnews.com/ Ifa Nabila)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan