Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

KSP Ajak Semua Warga Gotong Royong Kurangi Imbas Corona

Sejak pandemi covid-19 melanda tanah air kemandirian warga menjalankan protokol kesehatan

Editor: Hendra Gunawan
Mata Najwa Trans TV
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut pemerintah memiliki strategi penanganan penyebaran virus Corona sejak wabah ini terdengar ke seluruh negara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak pandemi covid-19 melanda tanah air kemandirian warga menjalankan protokol kesehatan terbentuk dengan sendirinya.

Mereka melakukan berbagai cara seperti membentuk gugus tugas di lingkungan masing-masing hingga membagi-bagikan sembako untuk mereka yang ekonominya terdampak pandemi corona.

Terkait hal tersebut Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan kemandirian warga tersebut karena banyak yang menginginkan lingkungan tempat tinggalnya bebas virus corona.

Mereka berusaha mencari solusi terbaik demi lingkungannya sehat.

"Siapapun pasti menginginkan wilayahnya menjadi zona hijau covid-19. Melalui semangat kegotongroyongan, harapan itu akan terwujud. Jadi, teruslah bahu membahu untuk meringankan beragam imbas yang muncul," ujar Moeldoko dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Kamis(16/4/2020).

Baca: Beckham Putra Nugraha Berpeluang Lewati Rekor Sang Kakak di Persib Bandung

Baca: 39 Tenaga Medis Gugur Saat Tangani Covid-19, Aa Gym Minta Tak Ada Lagi Penolakan Jenazah

Baca: Jadwal dan Materi TVRI Online Belajar dari Rumah, PAUD hingga SMA Kamis 16 April 2020

Diketahui ditopang program 10 Rumah Aman, sikap kegotongroyongan dan kemandirian dari warga Jakarta semakin kuat mengakar.

Mereka berusaha meredam pandemi corona.

Salah satunya yang dilakukan warga di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Warga secara gotong royong membantu sesama dengan membagikan sembako.

“Sikap kegotongroyongan dan kebersamaan warga sangat kuat. Kami semakin mandiri menghadapi isu pandemi Covid-19 dan penangannya melalui PSBB. Lingkungannya tetap dijaga dengan baik. Problem ekonomi warga yang muncul terus dicarikan solusi konkretnya secara bersama-sama,” ujar Ketua RT.008/RW.04 Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, Zainal Abidin.

Mereka juga memiliki tugas rutin mencatat suhu tubuh warga menggunakan thermo gun. Memastikan suhu warga tidak ada di angka 37,5 derajat celcius selama tiga hari berturut-turut.

“Aktivis Dasa Wisma terus memantau perkembangan warga secara menyeluruh. Selain suhu tubuh dan sosialisasi program pemerintah, mereka rutin memastikan warga tidak kelaparan. Setiap tambahan data warga yang butuh bantuan sembako pasti langsung direkap dan ditindaklnjuti. Mereka bisa mendeteksi kemampuan ekonomi warga sekaligus menyalurkan bantuannya,” kata Zainal.

“Protokol kesehatan seperti yang diimbau pemerintah terus dijalankan. Kami gunakan seluruh potensi yang ada. Selain aktivis Dasa Wisma, pengeras suara dari tempat ibadah juga digunakan. Kami bahkan secara tidak resmi bersaing dengan RT lain untuk menjaga wilayah tetap bersih Covid-19’, tambah Zainal.

Serupa di Balekambang, sikap mandiri dan gotong royong ditunjukkan juga warga RT.014/RW.02 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Aktivis Dasa Wisma di sana tetap menjamin kebutuhan logistis pangan bagi warganya.

Aksi penggalangan amal melalui bantuan sembako tetap dijalankan, lalu distribusinya langsung diberikan kepada warga yang membutuhkan.

“Warga kami banyak memiliki pekerjaan non formal. Dengan pelaksanaan PSBB ini, mata pencaharian mereka terganggu. Tidak ada pendapatan yang masuk. Tapi, kami sejak awal terus menggalang bantuan sembako secara gotong royong. Kami berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa lekas masuk ke sini,” ujar Ketua RT.014/RW.02 Bendungan Hilir, Rani Eddy.(Willy Widianto)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan