Selasa, 2 Juni 2026

Virus Corona

Jokowi Minta Bansos Tersalurkan Pekan Ini, Muhadjir Effendy Harap Masyarakat Mampu 'Tahu Diri'

Menko PMK Muhadjir Effendy meminta masyarakat mampu tidak menerima bansos meskipun masuk dalam data penerima. Hal ini lantaran bansos terbatas.

Tayang:
Istimewa/ Humas Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat mampu tidak menerima bansos meskipun masuk dalam data penerima.

Mereka diminta untuk melimpahkan bansos yang ia terima kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Hal ini lantaran terbatasnya jumlah bansos.

Meski banyak pihak yang memberi seperti dari pemerintah daerah, Kementerian Sosial, Kementerian Desa, dan Kementerian Pertanian, Muhadjir menyebut bansos tersebut tidak akan cukup.

"Saya mohon kesadarannya kepada masyarakat, bagaimanapun jumlah bantuan ini sangat terbatas walaupun dari berbagai sumber baik dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kementerian, semua menyiapkan bantuan, tetapi tetap tidak akan cukup," ujar Muhadjir di Jakarta, Senin (4/5/2020) dilansir Kompas.com.

Tarwadi, warga RT 01/02 Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, menunjukkan Kartu ATM Bansos yang baru saja diterimanya, Rabu (22/4/2020). Kartu ATM Bansos yang diberikan kepada warga terdampak virus corona (Covid-19) ini hanya bisa dipergunakan untuk berbelanja kebutuhan bahan pangan di E-Warong di masing masing kelurahan dan baru bisa dipergunakan setiap tanggal 10 pada awal bulan. Warga mengaku sangat terbantu karena bisa meringankan beban mereka yang sedang dilanda kesulitan ekonomi. Warta Kota/Nur Ichsan
Tarwadi, warga RT 01/02 Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, menunjukkan Kartu ATM Bansos yang baru saja diterimanya, Rabu (22/4/2020).  (Warta Kota/Nur Ichsan)

Baca: 5 Arahan Terbaru Jokowi dalam Hadapi Pandemi Corona, Evaluasi PSBB hingga Distribusi Bansos

"Bagi mereka yang memang sudah tidak terlalu membutuhkan untuk undur diri walaupun dia ada di dalam list agar dialihkan kepada mereka yang memang lebih membutuhkan," lanjut dia.

Muhadjir mengungkapkan yang paling mengetahui siapa warga yang membutuhkan adalah RT/RW dan kepala desa setempat.

Muhadjir pun meminta perangkat desa atau kelurahan lebih fleksibel dan luwes dalam realisasi penyaluran bansos kepada masyarakat.

"Jangan kaku karena sudah ada di list, merasa punya hak, sama sekali tidak."

"Memang datanya sekarang terus berubah-ubah karena baru diambil dari lapangan, bukan data yang sudah ada di daftar data terpadu kesejeahteraan sosial (DTKS)," terang dia.

"Atau menyampaikan kepada RT/RW, sebaiknya haknya diserahkan kepada tetangganya yang ia tahu lebih berhak karena sangat butuh," lanjut Muhadjir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan sejumlah arahan terbaru dalam menghadapi pandemi virus corona covid-19.

Baca: Mensos Ajak RT dan RW Bantu Proses Penyerahan Bansos kepada Warga Terdampak yang Belum Terima

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar melalui telekonferensi, Senin (4/5/2020).

Dilansir presidenri.go.id, Jokowi menyebut sejumlah program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga dana desa telah berjalan.

Meski demikian, Jokowi meminta seluruh program tersebut bisa sampai di tangan keluarga penerima secepatnya pada pekan ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved