Rabu, 3 Juni 2026

Virus Corona

KTT Gerakan Non-Blok Sepakati Pembentukan Gugus Tugas Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT Gerakan Non-Blok secara virtual dari Istana Bogor, Senin (4/5/2020) malam

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi mengikuti KTT Gerakan Non-Blok dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti KTT Gerakan Non-Blok secara virtual dari Istana Bogor, Senin (4/5/2020) malam.

Dalam KTT tersebut Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

KTT tersebut menghasilkan deklarasi yang isinya antara lain keprihatinan terhadap penyebaran dan dampak Covid-19.

Baca: Jokowi Dalam KTT Gerakan Non-Blok: Saat Ini Musuh Bersama Kita Adalah Covid-19

"Diakui dalam deklarasi tersebut bahwa yang paling terdampak adalah yang paling miskin dan yang paling rentan, yang mengakibatkan kemunduran pembangunan yang sudah dilakukan oleh negara-negara berkembang dan kesulitan pencapaian sustainable development goals," ujar Menlu Retno Marsudi melalui video conference, Selasa (5/5/2020) dini hari.

Dalam deklarasi juga disebutkan bahwa negara negara Non-Blok mendukung WHO dalam penanganan Covid-19.

Baca: Presiden Jokowi Ikuti KTT Gerakan Non-Blok Secara Virtual Bahas Penanganan Covid-19

Deklarasi juga menyambut baik resolusi majelis umum PBB nomor 74/270 terkait solidarity to fight Covid-19 yang salah satu penggagasnnya adalah Indonesia.

"Deklarasi juga menekankan pentingnya solidaritas dan kerjasama termasuk dalam memastikan ketersediaan obat dan peralatan medis dan mencegah dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi," kata Retno.

Deklarasi juga menekankan pentingnya pertukaran informasi serta cara implementasi pedoman WHO dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

Baca: Inggris Target Kumpulkan Dana 7 Miliar Poundsterling di KTT Respon Global Coronavirus

"Di dalam deklarasi juga disebutkan perlunya mencabut pemberlakuan mekanisme unilateral yang tidak sesuai dengan hukum internasional dan piagam PBB untuk memastikan agar penanganan covid-19 dapat dilakukan secara efektif," katanya.

Terkahir, isi deklarasi juga menyepakati pembentukan Gugus Tugas Gerakan Non-Blok dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Tugas dari gugus tugas ini adalah menyusun database kebutuhan medis dan kemanusiaan negara GNB untuk selanjutnya disampaikan ke negara dan organisasi donor.

"Jadi KTT ini bukan hanya menghasilkan pernyataan politik, tapi juga menghasilkan suatu gagasan yang konkrit yaitu pembentukan gugus tugas gerakan Non-Blok tadi," katanya.

KTT GNB sendiri diikuti oleh 39 Kepala negara/Kepala Pemerintahan negara yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok.

Selain itu, KTT juga diikuti oleh Presiden Sidang Umum PBB ke-74 Tijjani Muhammed Bande, Dirjen WHO Tedros Adhanom, dan Ketua Komisi Uni Afrika Mousa Faki Mahamat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved