Virus Corona
Update Corona Indonesia 11 Mei: Tambah 233 Pasien, Total 14.265 Kasus Positif
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyampaikan perkembangan penanganan virus corona di Indonesia.
Penulis:
Widyadewi Metta Adya Irani
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, kembali mengumumkan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia.
Menurut Yuri, pasien positif Covid-19 di Indonesia meningkat 233 orang per Senin, 11 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.
Total kasus positif Covid-19 di Indonesia kini telah mencapai 14.265 pasien.
Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Senin sore.
Baca: 5 Gejala Tak Biasa pada Pasien Covid-19, Kenali Cirinya dari Mata Merah Hingga Lebam di Telapak
Baca: Durasi Pandemi Covid-19 dan Tata Kelola Distribusi Pangan
Sementara itu, dari total kasus positif tersebut, terdapat tambahan 18 pasien positif corona yang meninggal dunia.
Kini, total kasus kematian akibat Covid-19 telah mencapai 991 pasien.
Kabar baiknya, terdapat tambahan 183 pasien yang dinyatakan sembuh.
Sehingga, total pasien sembuh bertambah menjadi 2.881 orang.
Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 14.032 pasien per 10 Mei 2020.
Sementara itu, total terdapat 2.698 pasien yang dinyatakan sembuh dan 973 pasien meninggal dunia.
Cara Mengurangi Kecemasan Akibat Pandemi Covid-19
Dokter Psikiater di Klinik Psikosomatik OMNI Hospital Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ FAPM memberikan tips untuk mengurangi gangguan kecemasan akibat wabah corona.
Menurut dr Andri, pada dasarnya setiap manusia bisa mengalami gangguan kecemasan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.
Sebab setiap manusia mengalami kondisi tertekan pada suatu hal sehingga menimbulkan kecemasan.
"Seringkali kalau kita berbicara tentang kecemasan bukan hanya saat wabah Covid-19."
"Kehidupan kita sehari-hari juga bisa menimbulkan kecemasan."
"Yang membuat seseorang mengalami kecemasan, ketika dia tidak mampu lagi beradaptasi, tertekan, hingga mengalami stres," ujar dr Andri kepada Tribunnews melalui sambungan Zoom Meeting, Rabu (6/5/2020).