Virus Corona

Politikus PAN Nilai Pemerintah Pusat Tidak Serius Mengatasi Virus Corona

Politikus PAN itu menilai koordinasi dan komunikasi antar kementerian di pusat juga terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Instagram @ressaherlambang
Postingan Ressa Herlambang soal keramaian di Bandara Soetta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengkritisi pemerintah pusat yang dinilai belum serius dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid-19) di Tanah Air.

Hal itu ditunjukkan dari kebijakan pemerintah pusat yang tumpang tindih dan aturan yang berubah-ubah di tataran lapangan yang membuat pemerintah daerah menjadi bingung.

Baca: Iuran Naik, Kualitas Layanan BPJS Kesehatan Bakal Ditingkatkan

"Banyak aturan dan kebijakan yang diambil pemerintah pusat tanpa ada sinkronisasi dengan pemerintah daerah," kata Guspardi kepada Tribunnews, Kamis (14/5/2020).

Politikus PAN itu menilai koordinasi dan komunikasi antar kementerian di pusat juga terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Berbagai langkah yang diambil pemerintah pusat untuk menangani penyebaran virus Corona ini dinilai kontradiktif dengan kebijakan yang sedang di jalankan pemerintah daerah maupun antar lembaga di pemerintah pusat itu sendiri.

Baca: Kasus Dua Jasad Tanpa Busana di Solo: Jalan Kaki Seusai Membunuh, Pelaku Balik ke TKP Ambil Motor

Legislator asal Sumatera Barat ini mencontohkan di saat pemerintah daerah tengah serius mengatasi wabah virus ini dengan penerapan PSBB, pemerintah pusat malah merencanakan relaksasi PSBB itu sendiri.

Mudik dilarang tetapi Menhub mengizinkan kembali transportasi umum beroperasi ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca: Waspadai Gejala Sakit Perut Mungkin Jadi Tanda Tertular Covid-19 pada Anak-anak

Keputusan pemerintah yang mempersilakan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah untuk beraktivitas kembali di tengah pandemi Covid-19 juga menuai kontroversi dan polemik.

Guspardi mengatakan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat ditengarai lebih mengarah kepada alasan penyelamatan ekonomi.

Baca: Terjadi Penumpukan Penumpang di Terminal 2, Komisi V DPR Minta Pemerintah Selamatkan Rakyat

"Hal itu sebagai bukti pemerintah kurang mengutamakan keselamatan jiwa masyarakatnya dan juga ini menandakan pemerintah belum mempunyai road map yang jelas dalam menurunkan angka penyebaran Covid -19," ucapnya.

Berdasarkan data pemerintah hingga Rabu (13/5/2020) kasus positif corona menunjukkan angka yang masih mengkhawatirkan.

Pada Rabu kemarin, ada penambahan 689 orang positif sehingga total ada 15.438 kasus Covid-19 di Indonesia.

"Wabah virus Corona ini terus mengancam dan belum tentu kapan akan berakhir. Untuk itu butuh keseriusan dan kebersamaan serta harmonisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melawan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved