Breaking News:

Virus Corona

Kabar RSUD dr Soetomo Tak Terima Pasien Baru dan Faktanya, Gubernur Khofifah Geram

Joni meminta kepada siapa saja yang memotret dan menyebarkan foto tersebut ada baiknya untuk melakukan

Surya
Selebaran yang berbunyi RSUD dr Soetomo, Surabaya tidak menerima pasien viral di media sosial. Hal ini memantik reaksi direktur dan gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Saking banyaknya pasien Covid-19 yang menjadi pasien RSUD dr Soetomo, rumah sakit tersebut dikabarkan tidak lagi menerima pasien pada Minggu (17/5/2020).

Kabar ini menyebar viral di media sosial dan jadi pergunjingan setelah ada yang share foto selebaran yang tertempel di kaca IGD RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Isi selebaran viral itu sebagai berikut:

"PENGUMUMAN" UNTUK SEMENTARA IGD RSUD DR SOETOMO TIDAK BISA MENERIMA PASIEN BARU DIKARENAKAN MASIH ADA 35 PASIEN COVID-19 YANG BELUM MENDAPATKAN KAMAR ISOLASI".

Kabar ini pun langsung membuat masyarakat heboh mengingat selama ini rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menjadi jujugan utama pasien.

Baca: Disebut Masih Jadi Komisaris, Tokopedia Nyatakan Wishnutama Sudah Mundur Sejak Oktober 2019

Baca: Mobil Listrik BMW i4 Akan Miliki Tenaga dan Torsi Lebih Besar dari M4

Baca: Jadi Solusi Saat WFH, Layanan dari Jasnita Ini Makin Dicari Pelaku Bisnis

Menanggapi hal ini, Dirut RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi memastikan informasi yang viral bahwa IGD RSUD dr Soetomo sudah tidak bisa menerima pasien pada Minggu (17/5/2020) adalah tidak benar.

Joni menjelaskan, IGD RSUD dr Soetomo hanya tidak menerima pasien sementara waktu karena ada penumpukan pasien yang diduga pasien Covid-19 dan saat itu belum mendapatkan ruang isolasi.

"Tadi malam (Sabtu, 16/5/2020) di RS dr Soetomo terjadi kedatangan pasien dengan Covid-19 cukup banyak, sampai pagi (Minggu, 17/5/2020) masih tersisa 34-35 pasien di UGD," kata Joni saat konferensi pers, Minggu (17/5/2020) malam.

Pasien tersebut, menurut keterangan Joni ada yang datang sendiri tapi sebagian dibawa oleh KMS 112 (command center Pemkot Surabaya) ke RSUD dr Soetomo tanpa komunikasi terlebih dahulu.

"Begitu saja ditaruh di UGD dan ditinggal. Seperti itu akan membuat petugas kerepotan menempatkan dimana agar tidak menular ke yang lain," lanjut Joni.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved