Virus Corona
Survei: 76,7 Persen Responden Tak Pernah Terima Bantuan Selama Pandemi Corona
Ada pun, sebanyak 23,3 persen responden menjawab pernah menerima bantuan sosial selama pandemi corona.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Roda Tiga Konsultan merilis hasil survei tentang pandangan masyarakat terhadap bantuan sosial selama pandemi virus corona (Covid-19).
Menurut hasil survei yang dilakukan melalui by phone terhadap 1.200 responden pada 7-17 Mei 2020 ini menunjukan, sebanyak 76,7 persen responden mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan selama pandemi Covid-19.
Ada pun, sebanyak 23,3 persen responden menjawab pernah menerima bantuan sosial selama pandemi corona.
Baca: Survei: 73,2 Persen Responden Sebut Ekonomi Rumah Tangganya Lebih Buruk Sebelum Pandemi Corona
"Bantuan yang diterima berasal dari Pemerintah Kabupaten/kota (10.0 persen) Pemerintah Pusat (5.3 persen) dan Pemerintah Provinsi (3.0 persen)," kata Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan M Kahfi Siregar dalam rilis yang diterima Tribunnews, Rabu (20/5/2020).
Survei ini margin of errornya 2,89 persen dan confidence level pada 95 persen.
Disisi lain, survei ini menunjukan bahwa bantuan dari lembaga sosial cukup berperan.
Baca: Tantowi Yahya Ungkap Perbedaan Antara Jadi Dubes Biasa dengan Dubes Keliling RI
Bahkan, lebih tinggi daripada bantuan yang diterima dari Pemerintah Provinsi dan hampir setara dengan pemerintah pusat yakni 4,8 persen.
Sebagai informasi, metode survei telepon dipilih karena merupakan cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama.
Pemilihan responden survei ini berdasarkan bank data nomor kontak responden yang pernah diwawancarai dalam survei-survei sebelumnya, yaitu sejumlah 10.456 data.
Bank data ini merupakan hasil dari stratified random sampling pada survei skala nasional maupun Provinsi dan Kabupaten/kota yang telah dilakukan oleh Roda Tiga Konsultan sebelumnya.