Virus Corona

Alat Swab Test Covid-19 Buatan Inggris Mampu Berikan Hasil dalam 20 Menit

Alat tes swab Covid-19 yang mampu memberikan hasil dalam 20 menit sedang diuji coba di Inggris.

AFP/ANDREW MILLIGAN
Seorang teknisi laboratorium yang mengenakan APD (alat pelindung diri) penuh memegang wadah tabung reaksi berisi sampel langsung yang diambil dari orang yang dites untuk virus corona baru, di fasilitas Lighthouse Lab baru yang didedikasikan untuk pengujian COVID-19, di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow. Rabu (22 April 2020). Laboratorium ini merupakan bagian dari jaringan fasilitas pengujian diagnostik, bersama dengan situs Lab Lighthouse lainnya di Milton Keynes dan Cheshire, yang akan menguji sampel dari pusat pengujian regional di seluruh Inggris di mana staf NHS dan pekerja garis depan dengan dugaan infeksi Covid-19 telah dilakukan penyeka untuk pengujian. (AFP/POOL/Andrew Milligan) 

TRIBUNNEWS.COM - Alat tes swab Covid-19 yang mampu memberikan hasil dalam 20 menit sedang diuji coba.

Hal ini diumumkan Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock pada konferensi persnya.

Tes swab ini akan menunjukkan status positif atau negatif seseorang pada virus corona tanpa perlu dibawa ke laboratorium, sebagaimana dikutip dari BBC

Baca: 30 Ucapan Selamat Idul Fitri 2020 Bahasa Indonesia dan Inggris, Cocok untuk Status WA dan Instagram

Baca: Lockdown Dilonggarkan, Wisatawan Penuhi Spot Wisata di Inggris

Teknisi laboratorium mengenakan semacam tabung tes semacam PPE (Alat Pelindung Diri) yang berisi sampel langsung yang diambil dari orang yang diuji untuk corona virus baru, di fasilitas Lighthouse Lab baru yang didedikasikan untuk pengujian COVID-19, di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow. Rabu (22/4/2020). Laboratorium adalah bagian dari jaringan fasilitas pengujian diagnostik, bersama dengan situs Lab Lighthouse lainnya di Milton Keynes dan Cheshire, yang akan menguji sampel dari pusat pengujian regional di sekitar Inggris di mana staf NHS dan pekerja garis depan dengan dugaan Covid-19 infeksi telah diambil swab untuk pengujian. (AFP/POOL/Andrew Milligan)
Teknisi laboratorium mengenakan semacam tabung tes semacam PPE (Alat Pelindung Diri) yang berisi sampel langsung yang diambil dari orang yang diuji untuk corona virus baru, di fasilitas Lighthouse Lab baru yang didedikasikan untuk pengujian COVID-19, di Queen Elizabeth University Hospital di Glasgow. Rabu (22/4/2020). Laboratorium adalah bagian dari jaringan fasilitas pengujian diagnostik, bersama dengan situs Lab Lighthouse lainnya di Milton Keynes dan Cheshire, yang akan menguji sampel dari pusat pengujian regional di sekitar Inggris di mana staf NHS dan pekerja garis depan dengan dugaan Covid-19 infeksi telah diambil swab untuk pengujian. (AFP/POOL/Andrew Milligan) (AFP/ANDREW MILLIGAN)

Matt Hancock juga mengatakan mengatakan lebih dari 10 juta tes antibodi akan mulai diluncurkan minggu depan.

Sebelumnya, pemerintah Inggris memutuskan membebaskan biaya perawatan untuk tenaga medis Inggris (NHS) yang di dalam maupun luar negeri.

Di lain sisi, penduduk migran Inggris yang berasal dari luar Uni Eropa harus membayar biaya imigrasi kesehatan lebih kali ini.

Biasanya per tahun mereka dibebankan 400 pound sekitar Rp 7,2 juta namun sekarang naik menjadi 624 pound sekira Rp 11,3 juta pada Oktober.

Namun setelah mendapat tekanan dari anggota parlemen, Perdana Menteri Inggris, Boris Johson memutuskan staf NHS asing dan pekerja medis dibebaskan dari biaya ini.

Hingga Kamis (21/5/2020) lalu Ingrgis mencatat 36.042 korban jiwa Covid-19 dari seluruh negeri, bertambah sebanyak 338.

Sedangkan pada Jumat (22/5/2020), Worldometers mencatat ada 250.908 kasus infeksi di negara ini.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved