Virus Corona

BPOM Uji Spesimen Covid-19 di Lima Laboratorium di Indonesia

Langkah yang dilakukan BPOM ini mendapatkan apresiasi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo

Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona - Menristek Bambang Brodjonegoro Ungkap Fakta Penyebab Kasus Virus Corona Tak Kunjung Turun, Apa Itu? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengoperasikan Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan laboratorium di 4 Balai Besar atau Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk menguji spesimen virus corona atau Covid-19.

Langkah yang dilakukan BPOM ini mendapatkan apresiasi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

Baca: Keputusan Pemkot Bekasi Berbeda dengan Pusat, Perbolehkan Salat Ied Berjamaah

Doni menilai penambahan kapasitas laboratorium bisa membuat keamanan dan keselamatan petugas laboratorium bisa terjamin.

"Diresmikannya laboratorium Biohazard Badan POM yang memiliki kapasitas Bio Safety Level (BSL) 2 plus ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan personel yang melakukan pengujian," kata Doni di Jakarta, Jumat (22/05).

Doni berharap, penambahan tempat pengujian laboratorium ini bisa terus bekerja secara efektif, produktif dan dapat meningkat setiap harinya.

"Kami optimistis secara terus menerus dilakukannya pengujian dengan mematuhi protokol kesehatan maka pandemi virus ini secepatnya akan berlalu," ujarnya.

Kepala Badan BPOM Penny K Lukito mengatakan, upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting dilakukan, mengingat bahwa hingga saat ini belum ditemukan terapi yang secara spesifik dapat mengobati Covid-19.

Salah satunya melalui pengujian laboratorium terhadap spesimen Covid-19 menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan memanfaatkan metode amplifikasi DNA virus SARS CoV-2, yang merupakan penyebab Covid-19.

“Ketepatan dan kecepatan hasil uji yang valid sangat diperlukan. Semakin cepat hasil uji spesimen Covid-19, semakin cepat penanganan yang tepat dapat dilakukan,” pungkas Penny K. Lukito.

Adapun lima laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan laboratorium di empat Balai Besar/Balai POM di Gorontalo, Makassar, Jayapura, dan Ambon.

Baca: Dua Kakek di Sidoarjo Berkelahi, Jamin Tewas Ditebas Celurit oleh Sukses

Lima lab ini memiliki kapasitas pengujian sebanyak 920 spesimen per hari.

Perinciannya, lab PPPOMN 300 spesimen per hari, Balai POM Gorontalo 200 spesimen per hari, Makassar 150 spesimen per hari, Ambon 180 spesimen per hari, dan Jayapura 90 spesimen per hari.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved