Breaking News:

Virus Corona

Amien Rais: New Normal Sesungguhnya Pengelabuan

Amien Rais mengingatkan pemerintah tidak membenarkan sejumlah hal negatif sebagai 'new normal' atau normal yang baru.

Channel YouTube Refly Harun/Sekretariat Presiden
Kolase Foto Amien Rais (kiri) melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Kamis (21/5/2020). Amien Rais menegaskan jangan sampai Jokowi turun dari jabatannya di tengah jalan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menanggapi istilah 'new normal' yang diserukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Amien Rais mengingatkan pemerintah tidak membenarkan sejumlah hal negatif sebagai 'new normal' atau normal yang baru.

Ia pun berpandangan bahwa New Normal merupakan istilah yang salah arah dan menyesatkan.

Hal itu sesuai penadangan para ilmuan yang memberikan pandangan soal itu.

Peryataan itu disampaikannya melalui akun Instagram @amienraisofficial seperti dilihat Tribunnews pada Senin (25/5/2020).

"Nah, untung ada scientist yang mengingatkan bahwa kata-kata new normal itu sesungguhnya missleading, salah arah, dan sesungguhnya ada pengelabuan, mohon maaf, ini kata mereka dan saya setuju," kata Amien Rais.

Baca: Cerita Anak Perantau Tak Bisa Mudik, Lebaran di Kontrakan Hingga Numpang Makan Ketupat

Amien Rais berpandangan, apa yang disampaikan para ilmuan itu sesungguhnya adalah menghancurkan normal selamanya.

Menurut Amien, normal yang biasanya adalah punya standar, norma-norma, dan pola reguler yang merujuk pada suatu referensi.

Baca: Senyum M Nuh, Eks-Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi, saat Diarak Warga setelah Sempat Hilang

Ia mencontohkan seperti worsening situation, climate change atau global warming, kehancuran di mana-mana, naiknya sea level permukaan air laut yang makin nggak tertahankan.

"Karena itu, saudara-saudara, mereka mengusulkan jangan dipakai lagi ini, ini bisa ngelabui kita sendiri. Kita termakan oleh slogan-slogan kita, terus kemudian apa pun dianggap normal," ucap Amien.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved