Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Amien Rais: New Normal Sesungguhnya Pengelabuan

Amien Rais mengingatkan pemerintah tidak membenarkan sejumlah hal negatif sebagai 'new normal' atau normal yang baru.

Editor: Johnson Simanjuntak
Channel YouTube Refly Harun/Sekretariat Presiden
Kolase Foto Amien Rais (kiri) melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Kamis (21/5/2020). Amien Rais menegaskan jangan sampai Jokowi turun dari jabatannya di tengah jalan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menanggapi istilah 'new normal' yang diserukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Amien Rais mengingatkan pemerintah tidak membenarkan sejumlah hal negatif sebagai 'new normal' atau normal yang baru.

Ia pun berpandangan bahwa New Normal merupakan istilah yang salah arah dan menyesatkan.

Hal itu sesuai penadangan para ilmuan yang memberikan pandangan soal itu.

Peryataan itu disampaikannya melalui akun Instagram @amienraisofficial seperti dilihat Tribunnews pada Senin (25/5/2020).

"Nah, untung ada scientist yang mengingatkan bahwa kata-kata new normal itu sesungguhnya missleading, salah arah, dan sesungguhnya ada pengelabuan, mohon maaf, ini kata mereka dan saya setuju," kata Amien Rais.

Baca: Cerita Anak Perantau Tak Bisa Mudik, Lebaran di Kontrakan Hingga Numpang Makan Ketupat

Amien Rais berpandangan, apa yang disampaikan para ilmuan itu sesungguhnya adalah menghancurkan normal selamanya.

Menurut Amien, normal yang biasanya adalah punya standar, norma-norma, dan pola reguler yang merujuk pada suatu referensi.

Baca: Senyum M Nuh, Eks-Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi, saat Diarak Warga setelah Sempat Hilang

Ia mencontohkan seperti worsening situation, climate change atau global warming, kehancuran di mana-mana, naiknya sea level permukaan air laut yang makin nggak tertahankan.

"Karena itu, saudara-saudara, mereka mengusulkan jangan dipakai lagi ini, ini bisa ngelabui kita sendiri. Kita termakan oleh slogan-slogan kita, terus kemudian apa pun dianggap normal," ucap Amien.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengatakan bahwa pemerintah menginginkan masyarakat tetap produktif dan aman di tengah darurat Corona sekarang ini. Masyarakat tetap dapat beraktifitas namun aman dari penularan Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan sejumlah produk riset tersebut yang dipresentasikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan sejumlah produk riset tersebut yang dipresentasikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/5/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Ya beraktivitas, ya," ujar Presiden dalam video yang diterima Tribun, Jumat, (15/5/2020).

Menurutnya, lambat laun masyarakat harus berkompromi dengan Covid-19.

Masyarakat harus hidup berdampingan dengan Corona, karena berdasarkan laporan WHO, virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China itu tidak akan hilang.

Baca: VIRAL 2 Oknum Polisi Diduga Aniaya Pria Gangguan Jiwa, Berawal dari Lontaran Kata Bernada Ancaman

"Karena informasi terakhir dari WHO, yang saya terima. bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai, atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. artinya, sekali lagi kita harus berdampingan hidup dengan covid. sekali lagi yang penting masyarakat produktif dan aman dari covid," tuturnya.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan