Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Rusia Laporkan 101 Tenaga Medis Meninggal karena Corona, Pihak Dokter Sebut Ada 293

Pemerintah Rusia pertama kali melaporkan secara resmi setidaknya 101 tenaga medis meninggal dunia karena virus corona, Selasa (26/5/2020).

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Miftah
AFP/HECTOR RETAMAL
Ilustrasi tenaga medis. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia melaporkan secara resmi setidaknya 101 tenaga medis meninggal dunia karena virus corona, Selasa (26/5/2020).

Sebelum laporan resmi itu, pejabat senior di Kementerian Kesehatan Rusia, Lyudmila Letnikova sudah mengetahui hal itu pada Jumat (22/5/2020).

"Jumat lalu 101 orang (tenaga medis) sudah terkonfirmasi dalam daftar," ujar Letnikova.

Dikutip Tribunnews.com dari medicalxpress.com, Kepala Departemen Kementerian Kesehatan sudah mengabarkan pada komite kesehatan parlemen bahwa kementerian menyimpan daftar kematian petugas medis.

Tapi laporan pada Selasa lalu adalah pertama kalinya Rusia mengumumkan angka kematian petugas medis kepada publik.

Letnikova mengungkap pihaknya sudah meminta pihak fasilitas medis daerah-daerah di Rusia untuk melaporkan jumlah kematian tenaga medis mereka.

Baca: Presiden Filipina Tegaskan Tak akan Buka Sekolah Sebelum Ada Vaksin Corona

Baca: New Normal, Taman Hiburan Jepang Larang Pengunjung Teriak di Rollercoaster & Pegangan di Rumah Hantu

Namun, angka resmi 101 dari pemerintah itu jauh lebih rendah dibanding dengan angka yang terlapor secara online, yakni 293 nama.

Diketahui, situs bernama 'Remembrance List' yang diluncurkan pada April 2020 lalu menghimpun data dari para dokter di berbagai rumah sakit di Rusia.

Situs itu dibuat oleh para tenaga medis, termasuk ahli jantung Alexei Erlikh yang bekerja di rumah sakit negeri di Moskow.

Para pendiri situs itu menyebut daftar yang mereka publikasikan bertujuan demi menyediakan informasi terpercaya terkait kematian tenaga medis.

Mereka khawatir pihak pemerintah tidak 100 persen terus terang kepada publik.

Ketika daftar di situs itu muncul, pihak kementerian kesehatan tidak merespons permintaan angka kematian tenaga medis dari kantor berita AFP.

Sebuah situs berita independen, Mediazona, pada awal Mei 2020 mengecek situs Remembrance List.

Baca: Joe Biden Sebut Keputusan Donald Trump Tidak Pakai Masker di Tempat Umum Sebagai Tindakan Bodoh

Baca: Cegah Gelombang Kedua Covid-19 Saat New Normal, Airlangga Hartarto Jelaskan Peran Penting TNI-Polri

Mediazona melaporkan tanpa menghitung tenaga medis yang meninggal dunia saat tidak sedang bekerja atau bekerja di luar wilayah bekas jajahan Soviet.

Situs berita itu melaporkan sudah ada 186 kematian, di mana jumlahnya juga jauh dibanding angka 101 yang dilaporkan pemerintah baru-baru ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan