Breaking News:

Virus Corona

Polda Papua Bantah Ada Tahanan Positif Corona, Itu Hoax

Selanjutnya dilakukan test PCR terhadap keempat tahanan tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Warga mengikuti rapid test dan swab test Covid-19 massal gratis yang digelar Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Ratusan warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut merupakan warga yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal membantah informasi yang beredar di media sosial maupun media online bahwa puluhan tahanan di Polda Papua positif Covid-19.

"Soal beredarnya informasi di media sosial maupun media online bahwa puluhan tahanan di Polda Papua positif Covid-19 itu tidak benar atau hoax," tegas Kamal dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Kamal melanjutkan sesuai keterangan Kabid Dokkes Polda Papua Kombel Pol Drg. Agustinus Mulyono Hardi diketahui setelah dilakukan rapid test terhadap para tanahan memang ditemukan adanya 4 tahanan yang dinyatakan reaktif.

Baca: Update RS Pulau Galang 30 Mei: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 10 Orang

Selanjutnya dilakukan test PCR terhadap keempat tahanan tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif.

Kini keempat tahanan telah dikembalikan ke Rutan Mapolda Papua untuk menjalani proses hukum.

Baca: Sufmi Dasco Optimistis ‘New Normal’ Dapat Berjalan Baik

"Kami menegaskan kembali bahwa tidak ada tahanan Polda Papua yang postif Covid-19, semua tahanan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani," ujarnya.

Kamal menjelaskan ‎selain melakukan pemeriksaan kesehatan tahanan, Bid Dokkes Polda Papua juga melakukan Rapid test kepada personil yang melakukan jaga tahanan dan hasilnya negatif Covid-19.

Pihaknya meminta pada seluruh media agar melakukan klarifikasi kepada petugas yang berwenang sebelum menerbitkan berita di medianya masing-masing, agar tidak terjadi kegaduhan ditengan-tengah masyarakat.

"Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum jelas kebenarannya, masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial," pintanya.

Sebelumnya Kepala Biro Politik ULMWP (United Liberation Movement for West Papua), Bazoka Logo mengatakan dalam rilisnya bahwa, puluhan tahanan Polda Papua di Jayapura bercampur baur antara tahanan yang positif terinfeksi virus corona dengan yang tidak.

Bahkan tahanan yang sempat dirawat di rumah sakit dan dinyatakan sembuh dari virus corona kembali dibawa ke rutan bergabung dengan tahanan lainnya.

Hasil tes darah dan tes swap, dirinya dinyatakan positif corona namun tidak dilakukan karantina bersama sekitar 90 tahanan lainnya.

Merespon itu, Kamal menuturkan ‎simpatisan ULMWP Bazoka Logo memang terus melakukan provokasi dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan bagi tahanan, keluarganya dan masyarakat.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved