Virus Corona
Update Covid-19 di Indonesia 10 Juni 2020: Pemerintah Pantau 43.945 ODP dan Rawat 14.242 PDP
Pemerintah mencatat 43.945 orang di Indonesia berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Rabu (10/6/2020).
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mencatat 43.945 orang di Indonesia berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Rabu (10/6/2020).
"ODP yang sampai hari ini masih dalam pemantauan ada 43.945 orang," kataJuru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam siaran BNPB, Rabu (10/6/2020).
Kemudian untuk Pasien Dalam Perawatan (PDP) terkait Covid-19 tercatat ada 14.242 orang.
Baca: Pakar Hukum Bandingkan Sikap Pemerintah yang Bertolak Belakang Sikapi 2 Hasil Survei Berbeda
Baca: Hasil Survei 80,7 Persen Publik Puas dengan Kinerja Polri, Kapolri Ingatkan Jangan Merasa Puas
Pemerintah juga telah melaporkan soal jumlah pasien positif corona di Indonesia pada hari ini.
"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.241 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 34.316 orang," ujar Achmad Yurianto.
Dari jumlah tersebut, Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 12.129 pasien dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 715 orang.
"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 1.959 orang setelah penambahan36 orang," katanya.
Epidemiolog UI Nilai Kasus Covid-19 Akan Tetap Tinggi Jika Kepatuhan Ikuti Protokol Kesehatan Rendah
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Prof Budi Haryanto menyoroti soal melonjaknya kasus positif Covid-19 yang tembus seribu orang pada hari Selasa (9/6/2020) kemarin.
"Kalau dilihat dari peningkatan signifikan jumlah spesimen yang diperiksa beberapa hari terakhir, maka tingginya jumlah kasus positif sudah bisa diperkirakan," kata Budi kepada Tribunnews, Rabu (10/6/2020).
Menurut Budi, hari-hari selanjutnya kemungkinan ada kasus baru dengan jumlah yang tinggi jika jumlah spesimen tersebut dikombinasikan dengan rendahnya ketaatan masyarakat menjalankan protokol kesehatan.
"Kontaminasi di tempat umum, kebiasaan cuci tangan yang belum membudaya, masih ada saja yang tidak menggunakan masker di kerumunan, kemungkinan di hari-hari ke depan akan terlaporkan kasus-kasus baru dengan jumlah yang tinggi," kata Budi.
Baca: Fakta-fakta Mahasiswi UMM Ini Telah Dinyatakan Lulus Skripsi Meski Masih Semester 6
Alasannya, kunci dari pencegahan penularan, dikatakan Budi, adalah jaga jarak dan perlindungan diri ketika keluar rumah dan bertemu dengan orang lain.
Pemerintah, menurutnya, sudah berupaya melakukan berbagai upaya, termasuk mengaturnya jarak antrean, public transport, tempat duduk.
Baca: Ratusan Personel Polresta Tangerang Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya