Selasa, 28 April 2026

Virus Corona

Catatan IDI Soal Penerapan New Normal di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyampaikan catatannya soal protokol kesehatan yang harus dijalankan

Tayang:
Warta Kota/Alex Suban
Jalan MH Thamrin di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyampaikan catatannya soal protokol kesehatan yang harus dijalankan jika pemerintah menerapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Menurutnya, penerapan New Normal tetap bisa dilakukan.

Namun, harus dengan pengawasan yang ketat.

"Kan waktu PSBB saja tidak dilaksanakan dengan baik. Jadi New Normal (boleh) asal pendisplinan dari aparat cukup ketat," kata Zubairi Djoerban saat dihubungi wartawan, Kamis (11/6/2020).

Baca: Rapat Komisi II DPR Dengan Mendagri, Menkeu, dan KPU Hasilkan 2 Kesimpulan

Langkah antisipatif yang ketat bisa dibuat seperti protokol pencegahan Covid-19 saat mudik lebaran lalu.

Selain itu, perlunya pengawasan terhadap orang yang keluar masuk daerah episentrum Covid-19.

"Sama seperti menjaga orang keluar Jakarta itu masih bisa, dengan catatan harus evaluasi hari ke hari," ucapnya.

Ia juga menyototi terkait rekor baru pertambahan kasus positif Covid-19 yang meningkat beberapa hari ini.

Baca: Tujuh Jurus OYO Indonesia Genjot Bisnis Saat New Normal

Untuk itu, Zubairi Djoerban menyarankan agar pelaksanaan New Normal terus memperhatikan azas kehati-hatian.

"Namun kalau seperti Surabaya kemarin dilonggarkan PSBB, padahal kasusnya masih naik terus. Ya karena itu harus lebih hati-hati, harus memonitor, evaluasi yang ketat," katanya.

"Kalau ternyata terjadi kenaikan yang banyak ya memang walikota, gubernur, maupun pemerintah pusat harus berani membatalkan kelonggaran itu dan kembali ke PSBB," jelasnya.

Protokol Jaga Jarak Dapat Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

 Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen.

Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved