Breaking News:

Virus Corona

Tak Bermanfaat Bagi Pasien Corona, AS Hentikan Obat Malaria Untuk Covid-19

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) memutuskan menghentikan sebuah uji klinis

Photo by Nicholas Kamm / AFP
Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020. 

*Trump Minta Kurangi Tes Virus Corona

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) memutuskan menghentikan sebuah uji klinis untuk mengevaluasi keamanan dan kemanjuran obat malaria, hidroksiklorokuin, bagi pengobatan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Riset menemukan hidroksiklorokuin, yang kerap digembar-gemborkan oleh Presiden Donald Trump sebagai potensi pengobatan, tidak memberikan manfaat apapun bagi pasien, meski tidak membahayakan.

Pernyataan itu disampaikan NIH pada Sabtu (20/6) waktu setempat.
Sebelumnya, pada pekan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pengujian hidroksiklorokuin dalam uji coba besar multinegara untuk pengobatan pasien Covid-19 sudah dihentikan setelah data dan riset baru menunjukkan tidak ada kegunaan dari obat tersebut.

Baca: Donald Trump Digoyang Mantan Penasihatnya, Menlu AS Sebut John Bolton Pengkhianat Berbahaya

Baca: Penjelasan Facebook Kenapa Hapus Puluhan Iklan Kampanye Donald Trump

Baca: Facebook Hapus iklan Kampanye Trump yang Gunakan Simbol Kamp Konsentrasi Nazi

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Senin (15/6), mencabut izin penggunaan darurat hidroksiklorokuin untuk pengobatan Covid-19. Trump sebelumnya mempromosikan obat tersebut sebagai pengobatan potensial.

Pada Maret, ia mengatakan obat tersebut bisa menjadi sebuah perubahan besar dalam sejarah medis, ketika penggunaannya digabungkan dengan antibiotik azithromycin.

Trump pada Juni secara mengejutkan mengumumkan dirinya mengonsumsi hidroksiklorokuin sebagai langkah pencegahan setelah dua ajudan Gedung Putih terbukti positif corona.

Terkait dengan penyebaran Covid-19 yang begitu massif di AS, Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan mengejutkan ketika melakukan kampanye di Tulsa, Oklahoma, Sabtu malam.

Ia telah memerintahkan stafnya untuk mengurangi pengujian virus corona terhadap warga AS.

"Anda tahu pengujian (rapid test dam swab test) adalah pedang bermata dua," kata Trump sambil mengeluh liputan pers tentang penanganan Covid-19 di AS.

Halaman
12
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved