Breaking News:

Hindari PHK Jadi Alasan Mendag Putar Roda Ekonomi di Mal

Sejalan arahan dari Presiden Republik Indonesia bahwa aktivitas perdagangan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Suasana hari pertama pembukaan Ambassador Mall di Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Senin (15/6). Pengelola Ambasador Mall mewajibkan untuk semua pengunjung mencuci tangan dan ukur suhu, sebelum masuk dan menerapka ganjil genap selama PSBB transisi. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Agus Suparmanto menyebut alasan mengapa aktivitas roda perekonomian di pusat perbelanjaan atau mal kembali dibuka.

Menurutnya, pembukaan mal yang tidak seratus persen dan okupansi yang dibatasi adalah langkah menghindari terjadinya pandemi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Saat ini sudah waktunya dibuka, memang sudah sejak 15 Juni. Perekonomian ini harus jalan salah satunya dengan membuka ritel modern dengan mengedepankan protokol kesehatan. Kita harus lakukan semua ini," kata Agus saat webinar di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Agus memaparkan hal ini juga sejalan arahan dari Presiden Republik Indonesia bahwa aktivitas perdagangan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat atau penerapan new normal.

"Kalau kita tidak mulai, semua tidak akan bergerak. Sekarang sudah terjadi PHK tenaga kerja memang belum signifikan, tapi tentu jangan sampai pandemi PHK, itulah alasan kita harus buka," tuturnya.

Baca: Melalui Peraturan Presiden, Kementerian PANRB Perkuat Mal Pelayanan Publik

Lebih lanjut, Agus mengatakan berdasarkan data yang dihimpunnya jumlah PHK saat ini sudah 0,5 persen - 6 persen.

Pemerintah berupaya untuk menekan angka pengangguran dampak dari perusahaan yang tidak memeroleh revenue akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kemudian revenue perbelanjaan yang biasa dibelanjakan sekitar 31-40 persen, ternyata berkurang. Saya melihat pembukaan mal ini juga disambut antusiasme tinggi, mereka yang biasa belajar dari rumah belanja dari rumah, bekerja dari rumah. Ini harus kita buka sedikit," tutup Agus.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas karena pihak mal menjamin higienitas hingga penerapan protokol yang ketat.

Baca: 1.526 Personel Gabungan Diterjunkan Awasi Protokol Kesehatan Dalam CFD Khusus Pesepeda di DKI

Stefanus memandang masyarakat mulai menyadari hal itu, bahkan volume pengunjung sudah meningkat dibanding pekan pertama.

"Sebenarnya kalau kita lihat dari awal sampai sekarang memang ada peningkatan walaupun pelan, tetapi kelihatan sekali ada peningkatan. Dari 20 naik menjadi sekitar 30-40 persen," katanya.

Berita Populer
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved