Sabtu, 2 Mei 2026

Virus Corona

Update Corona Global: Tembus 10,5 Juta, Ahli Peringatkan Amerika Bisa Catatkan 100.000 Kasus Sehari

Update data korban Covid-19 yang tersebar di dunia Rabu (1/7/2020) pukul 10.00 WIB. Ahli peringatkan amerika bisa catatkan 100.000 kasus setiap hari.

Tayang:
Penulis: Inza Maliana
Metro.uk
Dr Anthony Fauci dan Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Virus corona atau Covid-19 telah menjangkiti lebih dari 200 negara di dunia.

Dikutip dari worldometers, hingga Rabu (1/7/2020) pukul 10.00 WIB, infeksi virus telah menyebar kepada 10.585,641 orang di dunia.

Sejumlah 5.795.651 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 513.913 orang meninggal dunia.

Dari data terbaru, Amerika Serikat masih menduduki negara dengan total kasus terbanyak.

Jumlah kasus terbanyak kedua diduduki oleh Brazil.

Russia berada di urutan ke-3 dunia, sedangkan India berada di posisi ke-4.

Kasus virus corona di Amerika selalu menjadi sorotan.

Seorang profesional kesehatan merawat seorang pasien di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) di mana pasien yang terinfeksi virus corona, COVID-19 di Rumah Sakit Umum Dokter Ernesto Che Guevara di kota Marica, negara bagian Rio de Janeiro, Brazil, pada 5 Juni 2020.
Seorang profesional kesehatan merawat seorang pasien di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) di mana pasien yang terinfeksi virus corona, COVID-19 di Rumah Sakit Umum Dokter Ernesto Che Guevara di kota Marica, negara bagian Rio de Janeiro, Brazil, pada 5 Juni 2020. (Mauro Pimentel / AFP)

Baca: Trump Dikabarkan Tampik Saran Jarak Sosial, dr Fauci: Seringkali Rekomendasi Diambil, Kadang Tidak

Baru-baru ini, ahli penyakit menular terkemuka di AS, Dr Anthony Fauci, memperingatkan tidak lama lagi, Amerika bisa mencatatkan 100.000 kasus dalam sehari.

Hal itu disampaikan Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, kepada komite Senat AS

Ia menyampaikan, lonjakan harian corona bisa lebih dari dua kali lipat jika orang Amerika tidak patuh mengikuti rekomendasi kesehatan yang disarankan.

"Saya sangat prihatin karena itu bisa menjadi sangat buruk," katanya, dikutip Tribunnews dari Sky News.

Saat ini kurang lebih 40.000 infeksi dilaporkan di seluruh Amerika setiap hari.

Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah.
Ahli penyakit menular top di AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan pesan untuk para pengunjuk rasa yang mengabaikan perintah tinggal di rumah. (wikipedia)

Baca: Pakar Penyakit Menular, Anthony Fauci, Menentang Rencana Donald Trump Membuka Kembali Amerika

"Tetapi ini bisa mencapai 100.000 jika orang Amerika tidak memakai masker dan menjaga jarak sosial," tegasnya.

Dr Fauci memperingatkan, tidak ada jaminan vaksin "aman dan efektif" untuk Covid-19.

Terlebih, saat ini menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Amerika pada akhir pekan ini.

Kini, infeksi meningkat lebih dari dua kali lipat di 10 negara bagian, dengan pusat virus terdeteksi di Los Angeles.

Hingga Rabu (1/7/2020), lebih dari 130.000 orang Amerika meninggal karena virus corona, dengan total kasus mencapai 2.727.853 juta jiwa.

Adapun 1.143.334 juta jiwa telah dinyatakan sembuh, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan setelah bisnis dan sekolah tutup.

Ekonomi AS pun mengalami kontraksi tajam pada kuartal pertama dan diperkirakan akan lebih anjlok pada periode April-Juni.

Berikut update corona global di 20 negara dengan kasus tertinggi, menurut worldometers.info per Rabu (1/7/2020) pukul 10.30 WIB:

1. Amerika Serikat

Terkonfirmasi: 2.727.853

Meninggal: 130.122

Sembuh: 1.143.334

2. Brasil

Terkonfirmasi: 1.408.485

Meninggal: 59.656

Sembuh: 790.040

3. Rusia

Terkonfirmasi: 647.849

Meninggal: 9.320

Sembuh: 412.650

4. India 

Terkonfirmasi: 585.792

Meninggal: 17.410

Sembuh: 347.836

5. Inggris

Terkonfirmasi: 312.654

Meninggal: 43.730

Sembuh: Data Tidak Tersedia

Baca: Hasil Klasemen Liga Spanyol: Cuma Imbang Lawan Atletico Madrid, Barcelona Gagal di Puncak

Baca: Hasil Klasemen Liga Inggris: Geser Wolves, Manchester United (MU) Tempel Ketat Chelsea

6. Spanyol

Terkonfirmasi: 296.351

Meninggal: 28.355

Sembuh: Data Tidak Tersedia

7. Peru

Terkonfirmasi: 285.213

Meninggal: 9,677

Sembuh: 174.535

8. Chili

Terkonfirmasi: 279.393

Meninggal: 5,688

Sembuh: 241.229

9. Italia

Terkonfirmasi: 240.578

Meninggal: 34.767

Sembuh: 190.248

10. Iran

Terkonfirmasi: 227.662

Meninggal: 10.817

Sembuh: 188.758

Baca: Terdapat Kegagalan Lionel Messi Meksiko dalam Kemenangan Real Madrid atas Mallorca

Baca: Iran Jatuhkan Hukuman Mati kepada Ruhollah Zam, Seorang Wartawan Pemicu Protes 2017

Baca: Iran Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Presiden Donald Trump

11. Meksiko

Terkonfirmasi: 226.089

Meninggal: 27.769

Sembuh: 134.957

12. Pakistan

Terkonfirmasi: 209.337

Meninggal: 4,304

Sembuh: 98.503

13. Turki

Terkonfirmasi: 199.906

Meninggal: 5.131

Sembuh: 173.111

14. Jerman

Terkonfirmasi: 195.832

Meninggal: 9.052

Sembuh: 179,100

15. Arab Saudi

Terkonfirmasi: 190.823

Meninggal: 1.649

Sembuh: 130.766

Baca: Demi Final Piala Perancis, Saint-Etienne Berharap Kebaikan Arsenal Terkait William Saliba

Baca: Ditanya Takut Sama Istri? Jawaban Hotman Paris Bikin Susi Pudjiastuti Kaget : Udah Kebal !

Baca: Angin Topan Amphan Menewaskan 20 Warga India dan Bangladesh, Jutaan Orang Dievakuasi

16. Perancis

Terkonfirmasi: 164.801

Meninggal: 29.843

Sembuh: 76.274

17. Afrika Selatan

Terkonfirmasi: 151.209

Meninggal: 2.657

Sembuh: 73.543

18. Bangladesh

Terkonfirmasi: 145.483

Meninggal: 1.847

Sembuh: 59.624

19. Kanada

Terkonfirmasi: 104.204

Meninggal: 8.591

Sembuh: 67.594

20. Kolombia

Terkonfirmasi: 97.846

Meninggal: 3.334

Sembuh: 42.073

Baca: Diaspora Indonesia di Kanada Beri Tips agar UMKM Bisa Tembus Pasar Dunia

Baca: Afrika Selatan Longgarkan Lockdown dan Bersiap Hidupkan Kembali Ekonomi

(Tribunnews.com/Inza Maliana/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved