Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona

Peneliti: Virus Corona Sudah Lama Ada di Dunia dan Mungkin Tidak Berasal dari China

Penelitian terbaru menemukan, virus Corona sudah lama ada di dunia dan mungkin tidak berasal dari China.

Tayang:
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Tenaga medis dan ilustrasi corona virus.
Penelitian terbaru menemukan, virus Corona sudah lama ada di dunia dan mungkin tidak berasal dari China. 

TRIBUNNEWS.COM - Peneliti dari Oxford University membeberkan hasil temuan terbaru mengenai virus Corona.

Seorang pakar dari Centre for Evidence-Based Medicine (CEBM) di Oxford University, Dr Tom Jefferson, mengatakan, virus Corona mungkin sudah ada sejak lama di dunia dan tidak aktif selama bertahun-tahun.

Covid-19 dianggap menunggu kondisi lingkungan yang menguntungkan, hingga akhirnya muncul.

"Saya pikir virusnya sudah ada di sini, di sini berarti di mana-mana. Kita mungkin melihat virus yang tidak aktif, kemudian diaktifkan oleh kondisi lingkungan," kata Jefferson, dilansir Telegraph.

Jefferson menambahkan, agen virus tidak datang atau pergi ke mana pun.

Baca: Kalung Eucalyptus Bukan untuk Membasmi Covid-19 Tapi Menghambat Penyebaran Virus Corona

Baca: 239 Ilmuwan Klaim Virus Corona Bersifat Airbone, Mampu Menular Lewat Udara

Penelitian tersebut juga menemukan, virus Corona diduga tidak berasal dari China.

Profesor tamu di Newcastle University berpendapat, ada bukti yang berkembang bahwa virus itu ada di tempat lain sebelum muncul di Asia.

Jejak virus telah diselidiki dalam limbah di seluruh dunia.

Seorang pekerja medis mengambil swab di Shulan, provinsi Jilin. Kota telah dikunci untuk menampung wabah cluster.
Seorang pekerja medis mengambil swab di Shulan, provinsi Jilin. Kota telah dikunci untuk menampung wabah cluster. (Xinhua)

Dalam sebuah studi terbaru berjudul "The major genetic risk factor for severe COVID-19 is inherited from Neandertals" yang belum dipublikasikan, gen virus Corona berkembang sejak sekitar 60.000 tahun yang lalu.

Virus ini berkembang bertahun-tahun kemudian dan dapat ditemukan pada gen manusia di beberapa negara.

Selain itu, sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan, virus Corona ditemukan dalam sampel limbah di Florianopolis, Brasil, pada November 2019.

Lebih jauh sebelumnya, peneliti Spanyol mendeteksi virus Corona dalam sampel yang diambil dari air limbah di Barcelona pada Maret 2019.

Rekan peneliti di Italia juga menemukan jejak virus di saluran limbah Milan dan Turin pada Desember 2019.

Jejak Covid-19 pun terlacak, muncul lebih awal dari yang dilaporkan secara resmi di dunia.

Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun  pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Jefferson dan Carl Henegehan, direktur CEBM, berpendapat mengenai berkembangnya kelompok virus di pabrik makanan dan pengemasan daging.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved