Breaking News:

Virus Corona

Presiden Singgung Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan, pada Minggu (12/7/2020).

YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta pada saat memimpin rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Untuk diketahui, Jakarta mencatatkan rekor tertinggi yakni 404 kasus dengan positivity rate atau rasio perbandingan jumlah pasien positif dengan yang dites 10,5 persen pada Ahad kemarin, (12/7/2020).

"Tolong betul betul ini dijadikan perhatian," kata Presiden.

Menurut Presiden, harus ada langkah-langkah antisipasi lonjakan Covid-19 tersebut.

Baca: Gubernur Anies Singgung Disiplin dan Rem Darurat Tanggapi Lonjakan Drastis Kasus Covid-19 di DKI

Sehingga penyebaran Covid-19 di Ibu kota tidak memburuk.

"Kita ingin segera bergerak di lapangan karena kondisi di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positivity rate-nya melonjak dari 4-5 sekarang sudah 10,5 persen," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan, pada Minggu (12/7/2020).

Menurutnya terdapat 404 kasus baru di Jakarta yang merupakan tertinggi selama Pandemi.

"Tadi pagi pada pukul 10, Dinas Kesehatan DKI melaporkan angka kasus baru yang muncul di Jakarta, dalam seminggu terkahir ini kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian, dan hari ini adalah yang tertinggi sejak kita menangani kasus baru di Jakarta," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu, (12/7/2020).

Selain itu menurut Anies perbandingan antara jumlah pasien positif dengan jumlah spesimen yang diperiksa atau Positivity rate melonjak dua kali lipat menjadi 10,5 persen.

Sebelumnya positive rate di DKI Jakarta di bawah 5 persen.

"Sebagai catatan tanggal 4 sampai 10 Juni di Jakarta kita melakukan 21.197 tes dan positivity rate nya 4,4 persen, lalu tanggal 11 sampai 17 Juni sebanyak 27.091 dites dan tingkat positivity rate nya 3,1 persen, 18 sampai 24 juni 29.873 orang dites positivity ratenya 3,7 persen. Kemudian 25 Juni sampai 1 juli ada 31.085 orang dites dan positivity ratenya 3,9 persen dan 2 juli sampai 8 juli ada 34.007 orang dites positivity rate nya 4,8 persen," katanya.

Apalagi Menurut dia, penambahan kasus tersebut dilakukan dengan metode aktif case finding.

Pemprov DKI yang aktif melakukan tracing dan isolasi. Bukan menunggu masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.

"Artinya kita tidak menunggu pasien di Faskes, puskesmas tapi kita mengejar kasus positif di masyarakat, jadi jangan dianggap enteng," pungkasnya. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved