Senin, 1 September 2025

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Filipina Meningkat Tajam, Duterte Ancam Tangkap Warga yang Tak Pakai Masker

Filipina akan meningkatkan pemeriksaan virus corona (Covid-19) di tengah peningkatan tajam jumlah kasus positif dan kematian.

Editor: Adi Suhendi
Scmp.com
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Filipina akan meningkatkan pemeriksaan virus corona (Covid-19) di tengah peningkatan tajam jumlah kasus positif dan kematian.

Pemerintah Filipina menargetkan memeriksa 32.000 sampai 40.000 orang per hari.

"Sejauh ini masih 20.000 hingga 23.000," ujar Menteri Kesehatan Francisco Duque, seperti dilansir Reuters, Selasa (21/7/2020).

Filipina telah menguji hampir 1.100.000 orang sejauh ini.

Baca: Setelah Kecam Pernyataan Anji, Kini PFI Sesalkan Komentar Gugus Tugas soal Foto Jenazah Covid-19

Duque mengatakan targetnya adalah 10.000.000 orang atau hampir sepersepuluh dari populasi penduduk Filipina untuk diuji pada kuartal kedua tahun depan.

"Kami tidak dapat menguji setiap warga, karena tidak ada negara yang mampu melakukannya bahkan negara terkaya, Amerika Serikat," kata Duque.

Di Asia Tenggara, Filipina berada pada peringkat kedua setelah Indonesia dalam hal jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19.

Baca: Jawa Timur Tertinggi, Kini Ada 6 Provinsi yang Miliki Lebih dari 5.000 Kasus Covid-19

Kasus meningkat hampir empat kali lipat menjadi 68.898 dan kematian hampir dua kali lipat menjadi 1.835 sejak pemerintah melonggarkan lockdown pada Juni lalu.

Kini lockdown kembali diberlakukan di beberapa daerah yang paling tinggi jumlah kasusnya.

Data agregator statistik, Statista menunjukkan dari 30 negara yang paling terkena dampak oleh pandemi, Filipina peringkat 24 dalam hal tingkat pengujian.

Terpisah, Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan menangkap siapa pun yang tidak mengenakan masker.

Baca: Juru Bicara untuk Penanganan Covid-19 Ganti, Achmad Yurianto akan Fokus di Jabatan Sebelumnya

Duterte juga mengancam akan menangkap siapa pun yang menyebarkan virus, menolak untuk memakai masker atau menjaga jarak yang aman dari orang lain.

Bahkan Duterte pernah mengeluarkan peringatan pada April 2020, pelanggar aturan lockdown dapat ditembak karena menyebabkan masalah.

"Kami tidak akan ragu untuk menangkap orang," kata Duterte dalam sebuah acara yang ditayangkan pada Selasa (21/7/2020).

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan