Breaking News:

Virus Corona

Amankah Lakukan Rapid Test Sendiri Tanpa Bantuan Tenaga Profesional? Ini Penjelasan Dokter

Alat rapid test saat ini juga banyak dijual secara online di berbagai platform sehingga banyak yang mencoba melakukannya sendiri di rumah. Amankah?

Riski Cahyadi/Tribun Medan
Petugas menunjukkan sampel saat tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) secara 'drive thru' di halaman Rumah Sakit USU, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/6/2020). Tes diagnostik cepat secara gratis yang digelar pihak Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Rapid test merupakan cara mendeteksi virus corona (covid-19) dengan memeriksa antibodi dan antigen yang hasilnya bisa diketahui dalam beberapa menit saja.

Alat rapid test saat ini juga banyak dijual secara online di berbagai platform sehingga banyak yang mencoba melakukannya sendiri di rumah. Amankah?

Namun dr. Shinta Stri Ayuda, Sp.PK mengimbau walau caranya mudah dan alat mudah ditemui, rapid test tetap harus dilalukan oleh perawat atau pun dokter.

Baca: Mulai Hari Ini Rapid Test Covid-19 Bisa Dilakukan di Stasiun, Berikut Syarat dan Biayanya

Baca: Masyarakat Nusantara Sehat Bali Unjuk Rasa, Tolak Rapid dan Swab Test Sebagai Syarat Administratif

 

Ratusan warga Gowa mengikuti rapid test gratis di Gedung Haji Bate, Jl Tumanurung, Sungguminasa, Senin (13/7/2020). (TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN)
Ratusan warga Gowa mengikuti rapid test gratis di Gedung Haji Bate, Jl Tumanurung, Sungguminasa, Senin (13/7/2020). (TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN) (Muh Abdiwan/Tribun Timur)

"Rapid test sampai saat ini pemeriksan murah simple dan cepat ini sebaiknya bisa dipakai dikerjakan oleh tenaga profesional di rumah sakit atau klinik " ungkap dr. Shinta saat live bersama Radio Kesehatan, Senin (27/7/2020).

Dr. Shinta menyebutkan banyak yang harus diperhatikan sebelum melakukan rapid test termasuk tanggal kadaluarsa kita rapid test yang sangat mempengaruhi hasil.

"Perlu dipastikan dulu itu resmi atau tidak, diuji dulu, di cek expired datenya apakah ini benar, karena takut pemalsuan juga kan," kata dr. Shinta.

Baca: Praktisi Kesehatan Anggap Rapid Test Masih Dibutuhkan

Baca: Menristek: Rapid Test adalah Alat Screening bukan Diagnosis Covid-19

Sebelum rapid test juga harus ada pertanyaan yang diisi dulu untuk mengetahui riwayat kondisi tubuh seseorang.

Jika mengalami penyakit bawaan seperti diabetes atau hipertensi tentu akan mempengaruhi hasil rapid test sehingga rapid test harus dilakukan oleh tenaga profesional.

"Tidak boleh di darahnya terganggu, lemak darah tinggi, kolesterol tinggi pengaruh ke peningkatan antigen dan antibody. Pasien yang punya penyakit kuning karena bilirubin juga bisa menggangu hasil, makanya kalau paham pengerjaannya screeningnya lebih baik," ungkap dr. Shinta.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved