Breaking News:

Virus Corona

Belajar dari Sumatera Barat dan Kota Singkawang Mempertahankan Zona Hijau Covid-19

Testing rate yang dilakukan oleh Pemerintah Sumatera Barat telah melebihi dari standar yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19
Gubernur Sumatera Barat H Irwan Prayitno dalam dialog melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Sumatera Barat H Irwan Prayitno mengungkapkan tiga pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah Sumatera Barat untuk mempertahankan zona hijau.

"Pertama kita menjalani pendekatan yang testing, tracking, isolasi dan karantina secara buat masif dan efektif sehingga potensi penularan Covid-19 dapat terkendali, positivity rate di Sumatera Barat hanya 1,4 persen," ujar Irwan Prayitno dalam dialog melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Irwan menjelaskan bahwa testing rate yang dilakukan oleh Pemerintah Sumatera Barat telah melebihi dari standar yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Kalau WHO hanya 5.000 per 1 juta, kita telah melakukan lebih 10.000 tes atau sekitar 1,2 persen di Sumatera Barat yang melebihi standar WHO," lanjut Irwan.

Upaya selanjutnya yang dilakukan oleh Pemerintah Sumatera Barat adalah menjaga perbatasan udara dan darat.

Baca: Tiga Pendekatan Irwan Prayitno Pertahankan Zona Hijau di Sumatera Barat

"Kemudian yang kedua untuk menjaga perbatasan udara dan darat. Jika melalui perjalanan udara, setiap masuk ke wilayah Sumatera Barat akan kita fasilitasi swab gratis di airport," ucapnya.

Ketiga adalah penerapan sanksi dalam pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan.

Irwan mengungkapkan Pemerintah Sumatera Barat telah membuat Peraturan Daerah (Perda) yang berisi sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

"Kita sedang membuat Perda yang ada sanksi pidana kepada mereka yang melanggar aturan protokol kesehatan. Sekarang peraturan Bupati, peraturan wali kota, Pergub ada berupa sanksi administratif maupun denda seperti denda pidana hukuman dengan kurungan dan denda uang," ungkap Irwan.

Terakhir, Irwan juga menjelaskan bahwa edukasi dan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan juga dilakukan melalui pendekatan nilai budaya atau culture value.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mencek suhu tubuh pengendara dari Riau di Kelok Sembilan, Jumat (20/3/2020).
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mencek suhu tubuh pengendara dari Riau di Kelok Sembilan, Jumat (20/3/2020). (Humas Pemprov Sumbar)
Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved