Virus Corona
Vaksin Merah Putih Diuji Coba pada Hewan Sebelum Pengetesan Terhadap Manusia
Proses uji coba terhadap hewan dapat memakan waktu hingga satu bulan. Sebelum uji coba terhadap hewan, LBM Eijkmann melakukan proses kloning protein.
Uji Klinis
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. dr. Amin Soebandrio menyebutkan tahapan uji klinis vaksin Sinovac tidak mudah dan hasilnya tidak selalu bagus.
Harus ada pemantauan kepada relawan yang disuntik selama enam bulan dan di tengah proses tersebut kalau relawan sakit atau mengalami hal lain harus cari relawan baru.
Baca: Doni Monardo Ikuti Jejak Emil, Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi Jadi Relawan Vaksin Covid-19
Sementara itu dari sekitar 2.400 dosis yang telah diterima Biofarma, rencananya akan diujikan 1.620 dosis kepada relawan kalau berhasil baru Biofarma bisa memproduksi vaksin ini.
"Yang di tes ada 1.620 itu bukan hal mudah, direncanakan enam bulan tes, yang direkrut dari awal gak selalu juga bisa ikut sampai akhir mungkin saja DO karena kondisinya," ungkap Prof Amin.
Kemudian kendala berikutnya adalah saat suntikan kedua bisa saja relawan tidak datang atau terjadi kendala lain maka bsia berpengaruh juga terhadap hasil uji.
"Kalau sudah daftar, sudah memenuhi persyaratan mereka di tes lolos gak, kalau lolos 1.620 suntik pertama kemudian dua minggu lagi suntik kedua, nah suntik kedua ini belum tentu pada dateng kan," kata Prof Amin.
Prof Amin juga menegaskan vaksin ini nantinya berfungsi membangun kekebalan antibodi dalam tubuh terhadap Covid-19 sehingga meminimalisir penularan yang saat ini masih menjadi pandemi dunia.
"Vaksin itu kan sifatnya membangkitkan kekebalan memproduksi antibodi utnuk mencegah jangan sampai sakit dan tidak berat nantinya kalau terkena, tidak untuk terapi," ujar Prof Amin. (tribun network/fah/fia/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-jokowi-tinjau-bio-farma-cek-kesiapan-produksi-vaksin_20200811_162218.jpg)