Breaking News:

Virus Corona

Survei Indikator: 57,6 Persen Elite Percaya Presiden Jokowi Bisa Tangani Covid-19

sebanyak 57,6 persen percaya bisa bekerja menangani Covid-19, 18,8 persen tidak percaya, 23,4 persen biasa saja, dan 0,3 tidak menjawab.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei pemuka opini terkait efek kepemimpinan dan kelembagaan dalam penanganan Covid-19.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, terkait tingkat kepercayaan elite terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan Covid-19, masih cukup tinggi.

Tercatat, sebanyak 57,6 persen percaya bisa bekerja menangani Covid-19, 18,8 persen tidak percaya, 23,4 persen biasa saja, dan 0,3 tidak menjawab.

Sementara, penilaian elite terhadap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengalami perbedaan.

Hasilnya, hanya 37,2 persen elite yang percaya bisa bekerja baik dalam menangani Covid-19.

Sementara 37,1 persen tidak percaya, 25 persen biasa saja, dan 0,7 tidak menjawab.

Baca: Survei Indikator: Mayoritas Responden Merasa PSBB Cukup Efektif Cegah Penyebaran Virus Corona 

"Tapi tingkat kepercayaan kelompok elite terhadap Presiden dan Menteri Kesehatan dalam mengatasi wabah Covid-19 tampak tidak begitu banyak berbeda dengan penilaian publik secara umum," ujar Burhanuddin dalam penyampaian hasil surveinya secara virtual, Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Di sisi lain, Burhanuddin menyampaikan bagi kalangan elite, kesehatan jauh lebih prioritas ketimbang persoalan ekonomi.

Mayoritas kalangan elite juga berpendapat PSBB sebaiknya dilanjutkan, 54,6 persen.

"Namun sangat besar juga yang lebih cenderung PSSB dihentikan agar perekonomian segera berjalan," ucap Burahanuddin.

Survei ini dilakukan sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020, di mana respondennya pemuka opini nasional dan daerah (provinsi), sebanyak 304 orang dari 20 Kota di Indonesia.

Mereka terdiri dari tokoh yang memiliki informasi lebih luas dibandingkan masyarakat umum tentang penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Di antara mereka adalah akademisi yang menjadi rujukan media, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial dan politik, tokoh organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, LSM, dan organisasi profesi.

Karena jumlah responden survei ini cukup banyak, dan terdiri dari pemuka opini yang sering menjadi rujukan, maka hasil survei ini cukup menyuarakan penilaian pemuka opini pada umumnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved