Breaking News:

Virus Corona

Cerita Dokter yang Tiap Hari Bertemu Pasien Covid-19, Menahan Lapar 5 Jam dan Gunakan Diapers

Dokter spesialis penyakit dalam dr.Reinaldo Alexander membagikan pengalamannya menjaga diri dari risiko terpapar Covid-19.

freepik
Ilustrasi tenaga medis 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dokter spesialis penyakit dalam dr.Reinaldo Alexander membagikan pengalamannya menjaga diri dari risiko terpapar Covid-19.

Petugas medis ini harus rela menahan lapar 5 jam hingga memakai diapers setiap hari ketika bertugas di rumah sakit.

Aldo sapaan akrabnya, mengungkapkan alasan dirinya harus menahan lapar selama bertugas.

Bahkan, di era pandemi Covid-19 ini, ia kehilangan berat badan hingga 9kg.

Saat bertugas selama 5 jam, dirinya sama sekali tidak ingin membuka masker.

"Saya selalu bawa bekal, mau ada acara rekan ulang tahun, saya jujur tidak pernah membuka masker saya dan tidak mau makan di tempat, karena itu saya mengalami penurunan 9kg atau seperti puasa dalam jangka tertentu,"

"Bekerja di rumah sakit pertama kira-kira 5 jam jadi saya benar-benar tidak melepaskan masker saya, boro-boro menurunkan masker, menyentuh saja saya tidak berani karena saya takut terkontaminasi covid-19," ujarnya seperti dikutip dari channel Senin (19/9/2020).

Bahkan ada kebiasaan yang sebenarnya malu diungkapkannya. Ia tak kuat menahan buang air kecil hingga harus memakai popok sekali buang atau diapers.

"Aduh, sebenarnya ini malu. Tapi jujur saya tak bisa menahan ke toilet. Saya pakai diapers saat harus ber APD," ucpa Aldo.

Tim penyemprot disinfektan oleh warga RSS TNI AL Wonosari, Ujung, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Bakti Sosial Penanggulangan Bencana Non Alam Penyebaran Wabah Covid-19, Rabu (8/7/2020). Bakti sosial itu untuk memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang masih berkembang, khususnya di wilayah Kota Surabaya. Dalam kegiatan tersebut didistribusikan 1.000 paket sembako, rapid test untuk 100 KK, pembagian 898 alat cuci tangan, dan 6 unit alat penyemprot disinfektan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turut membantu dengan menyerahkan sejumlah bantuan seperti pendeteksi sebanyak 5 buah, 15.000 masker, 500 pampers, 26 liter cairan disinfektan, 100 baju hazmat. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Tim penyemprot disinfektan oleh warga RSS TNI AL Wonosari, Ujung, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Bakti Sosial Penanggulangan Bencana Non Alam Penyebaran Wabah Covid-19, Rabu (8/7/2020). Bakti sosial itu untuk memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang masih berkembang, khususnya di wilayah Kota Surabaya. Dalam kegiatan tersebut didistribusikan 1.000 paket sembako, rapid test untuk 100 KK, pembagian 898 alat cuci tangan, dan 6 unit alat penyemprot disinfektan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turut membantu dengan menyerahkan sejumlah bantuan seperti pendeteksi sebanyak 5 buah, 15.000 masker, 500 pampers, 26 liter cairan disinfektan, 100 baju hazmat. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Tak Pernah Buka APD
Aldo melanjutkan, selain itu juga ia tidak pernah membuka alat pelindung diri (APD) selama berada di rumah sakit sehingga untuk sekadar pergi ke toilet, hal itu tak dilakukan.

Penggunaan hazmat di rumah sakit memiliki kriteria khusus, yakni sekali pakai langsung dibuang atau dibersihkan dengan disenfektan.

"Tiak ada dipakai lagi taruh meja bajun terus makan, lalu dipakai kembali bajunya. Enggak seperti itu, potensi masuk kuman. Saya enggak mau, selain boros APD saya takut ada virusnya. Caranya gimana? saya pakai pampers begitu sampai rumah sakit ke toilet dulu," ungkapnya.

Dokter yang bertugas di dua rumah sakit ini pun, setiap hari harus menjalankan protokol kesehatan ketat dari rumah sebelum berangkat hingga kembali pulang ke keluarga.

"Prinsipnya ketika anda berada di luar rumah anggaplah semua orang di luar rumah itu bawa virus. Ketika anda dari luar rumah anggaplah anda yang bawa birus maka anda harus ke kamar mandi sebelum bertemu keluarga," kata Aldo.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved