Breaking News:

Virus Corona

Penjelasan Satgas Soal Wacana Perubahan Definisi Kematian Akibat Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara terkait wacana yang muncul soal definisi kematian akibat Covid-19 yang akan diub

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat Update Penanganan Covid-19 melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8/2020). / Capture video 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara terkait wacana yang muncul soal definisi kematian akibat Covid-19 yang akan diubah.

Wiku menjelaskan, Indonesia masih mengikuti definisi kematian yang merujuk pada ketentuan WHO.

Hal itu disampaikan Wiku saat memberikan keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19, melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/9/2020).

Baca: Ketum Muhammadiyah Minta Pemerintah Tanggungjawab Jika Penularan Covid-19 Makin Parah Usai Pilkada

"Pemerintah Indonesia saat ini menggunakan definisi kematian Covid-19 merujuk pada acuan WHO dan itu dituangkan dalam KMK HK O1 07 MENKES 4 13 Tahun 2020 yang prinsipnya kasus kematian yang dilaporkan adalah kasus konfirmasi maupun probable Covid-19," kata Wiku.

"Dan probable Covid-19 itu adalah suspek dengan ISPA berat, dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil RT PCR," tambahnya.

Baca: Jusuf Kalla Apresiasi Aksi Donor Darah Prajurit TNI di Masa Pandemi Covid-19

Wiku juga menyoroti beberapa negara yang melakukan definisi seperti Indonesia.

Contohnya, adalah negara Amerika Serikat dan Inggris.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada wacana perubahan definisi kematian tersebut.

Demikian seperti yang diusulkan Gubernur Jawa Timur.

Halaman
1234
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved