Breaking News:

Virus Corona

25 Tempat Usaha Griya Pijat, Karaoke, dan Bar di DKI Jakarta Ditutup Karena Beroperasi Saat PSBB

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada 72 tempat usaha lantaran melanggar ketentuan PSBB

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (14/9/2020). Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dikarenakan adanya peningkatan kasus positif Covid-19 selama 12 hari pertama bulan September. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada 72 tempat usaha lantaran melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam kurun waktu 14 - 30 September 2020

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Parekraf DKI Jakarta Iffan menjelaskan 25 dari 72 tempat usaha yang melanggar merupakan griya pijat, karaoke, dan bar.

Jenis usaha tersebut memang masih belum diizinkan beroperasi.

Baca: Pernah Positif Covid-19, Detri Warmanto Sempat Percaya Diri Kebal Virus, Kini Ogah Buka Tutup Masker

"Sebanyak 25 tempat usaha yang kami setop operasi yakni griya pijat, karaoke, dan bar. Mereka seharusnya tidak boleh beroperasi saat PSBB," ucap Iffan, Selasa (6/10/2020).

47 tempat usaha lainnya ditutup lantaran melayani makan minum di tempat (dine-in), serta kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Terhadap tempat usaha yang melanggar, diberikan sanksi penutupan sementara sesuai Peraturan Gubernur DKI Nomor 88 Tahun 2020.

Baca: Gangguan Penciuman Orang Posifit Covid-19 Lebih Khas, Dokter Spesialis THT Beri Penjelasan

Lebih lanjut Iffan mengatakan Dinas Parekraf dapat lebih efektif melakukan pengawasan dan pengendalian industri usaha pariwisata sebagaimana tertuang dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Diterbitkannya Pergub 79 Tahun 2020 ini sangat efektif untuk kami melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap industri pariwisata," kata dia.

Kegiatan Bersepeda Turun 45,7 Persen

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved