Breaking News:

Virus Corona

97 Perawat Gugur Akibat Pandemi Corona, Terbanyak Ada di Provinsi Jawa Timur

Ketua Satgas Covid-19 DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jajat Sudrajat memberikan laporannya terkait data perawat terdampak Covid-19.

Warta Kota/Alex Suban
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2020). Setelah lebih dari enam bulan pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, penularan virus corona masih terjadi di masyarakat dan bBerdasarkan data yang masuk hingga Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 3.046 kasus baru sehingga, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 200.035 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jajat Sudrajat memberikan laporannya terkait data status perawat terdampak Covid-19.

Jajat menjelaskan, berdasarkan data terbaru per Jumat (9/10/2020) ada 97 perawat dinyatakan gugur di tengah pandemi Covid-19.

Para korban tersebar di 16 provinsi di Indonesia dan 1 di luar negeri.

Terkait dengan data tersebut, Jajat meminta kepada seluruh perawat di tanah air yang memberikan pelayanan senantiasa selalu memperhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi Covid-19.

Baik secara universal di manapun dan kapapun dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standar dan pedoman yang telah ditetapkan.

Baca: Cerita Perempuan Indonesia Jadi Perawat Saat Pandemi Corona di Amerika Serikat, Menangis Saat Tugas

"Serta melindungi diri dan lingkungan dengan memakai masker dan mengurangi interaksi dengan sesama maupun anggota keluarga dan rumah tangga bagi yang mengalami gejala-gejala batuk atau influenza," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/10/2020).

Jajat juga mengingatkan betapa pentingnya untuk menerapkan pola hidup sehat.

Termasuk lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan daya tahan, dan meminimalkan kegiatan di keramaian yang tidak diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Jajat meminta untuk para perawat menangguhkan perjalanan keluar negeri, terutama di negara-negara terdampak Covid-19.

"Bagi yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri, harap membatasi interaksi selama 14 hari sejak kepulangan ke indonesia."

Halaman
1234
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved