Breaking News:

Virus Corona

Presiden Minta Ormas Dilibatkan dalam Sosialisasi Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya agar melibatkan Ormas Keagamaan dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Petugas medis memberikan Vaksinasi Kampanye imunisasi MR yang merupakan campak dan rubella (MR) pada siswa di SMPN 20 Kota Malang, Selasa (1/8/2017). Imunisasi MR merupakan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun sebagai komitmen global untuk membasmi virus campak rubella yang bisa memicu kecacatan dan kematian pada anak. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya agar melibatkan Ormas Keagamaan dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.

Menurut Presiden Ormas keagamaan dapat menjelaskan dan meyakinkan masyarakat mengenai manfaat dan kehalalan vaksin virus Corona atau SARS-CoV-2.

"Agar kita libatkan dari awal majelis dan organisasi keagamaan, MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lainnya terutama dalam menjelaskan soal manfaat vaksin dan meyakinkan kepada umat mengenai kehalalan dari vaksin," kata Presiden dalam rapat terbatas pengadaan vaksin Covid-19, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (26/10/2020).

Selain itu Presiden meminta Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate untuk menyiapkan strategi komunikasi publik mengenai manfaat serta peta jalan vaksinasi Covid-19. Sehingga menurut Presiden tidak ada kabar palsu alias hoaks mengenai vaksin Covid-19.

"Sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoax dari berbagai platform di media yang ada," katanya.

Baca juga: Presiden Minta Harga Vaksin Mandiri Covid-19 Terjangkau

Presiden juga meminta jajaran kabinetnya untuk membuat timeline palaksanaan vaksinasi serinci mungkin dengan memperhatikan ketersediaan sarana-prasarana dan infrastruktur pendukung.

Time line tersebut mencakup jalur distribusi dan interval pemberian vaksin yang akan digunakan per wilayah atau daerah.

"Saya minta detail sekali. daerah ini kapan, daerah ini kapan, siapa yang dapat, siapa yang gratis, siapa yang bayar, semuanya harus direncanakan, dipersiapkan secara detail," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved