Breaking News:

Penanganan Covid

Menkes: Yang Positif Covid-19 Tapi Tidak Demam dan Sesak Nafas Sebaiknya Isolasi di Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kapasitas Rumah Sakit akan penuh untuk merawat pasien Covid-19. 

Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) melakukan tes swab di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Swab test PCR (Polymerase Chain Reaction) masih menjadi pilihan masyarakat untuk mengetahui status Covid-19 pada dirinya karena tes tersebut dilakukan dengan metode pengusapan di kedua hidung dan mulut dan hasilnya dianggap paling akurat. Dalam sehari Rumah Sakit Pertamina Jaya dapat melayani permintaan Swab PCR sebanyak 800 sampel dengan batas maksimal biaya swab test atau tes usap mandiri sebesar Rp 900 ribu. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kapasitas Rumah Sakit akan penuh untuk merawat pasien Covid-19. 

Penyebabnya adalah karena lonjakan kasus aktif sebesar 30 persen pasca libur panjang akhir tahun.

Kondisi tersebut menurutnya membuat para tenaga kesehatan kewalahan.

"Yang ingin saya sampaikan kita masih memperhatikan, masih mendengarkan, masih melihat kondisi dari Nakesnya kita. Mereka sudah sangat under pressure," kata Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta,  Senin, (11/1/2021).

Baca juga: Komisi Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Boleh Digunakan Muslim

Oleh karenanya Budi meminta, warga yang positif Covid-19 namun tidak bergejala demam dan sesak untuk tidak ke rumah sakit, tetapi melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Tolong bapak ibu. Kalau misalnya bapak ibu tidak demam, dan tidak sesak nafas itu masih bisa dilakukan isolasi mandiri. Kalau bapak ibu punya rumah sendiri, punya kamar sendiri lakukan di rumah dan di kamar," katanya.

Budi mengatakan Kementerian kesehatan akan membuat mekanisme agar isolasi mandiri yang dilakukan warga positif Covid-19 tetap terpantau oleh tenaga kesehatan. Sehingga mempercepat upaya penyembuhan. Isolasi mandiri tersebut akan membantu para pasien Covid-19 yang bergejala berat tertangani di RS.

Baca juga: Cek Nama Penerima Vaksin Covid-19 via pedulilindungi.id/cek-nik, BPOM Jelaskan Efek Sampingnya

"Nanti kami akan bikin mekanismenya bagaimana tetap dimonitor oleh dokter-dokter baik melalui telepon langsung maupun telemedicine. Itu untuk mengurangi beban ke Rumah Sakit. Biarkan teman-teman kita saudara kita yang berat itu yang dihandle di sana," katanya.

Sebagai langkah antisipasi penuhnya rumah sakit. Kemenkes kata Budi akan berkoordinasi dengan kepala daerah agar membuat tempat tempat isolasi mandiri, baik itu memanfaatkan hotel, gedung olahraga atau yang lainnya.

Baca juga: Universitas Trisakti Ngetes Covid-19 dengan GeNose C-19, Lebih Nyaman dan Cepat, Begini Metodenya

"Kalau bapak ibu tidak punya atau terlalu sesak rumahnya, kami nanti akan menghimbau seluruh gubernur, kepala daerah agar membuat tempat-tempat isolasi seperti Wisma Atlet, Wisma Haji, asrama dan lain sebagainya atau mungkin hotel-hotel  juga baik mumpung sekalian bisa dipakai dan makanannya juga sudah ada fasilitas," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved