Efikasi Tinggi pada Vaksin Belum Tentu Lebih Baik, Antibodi Alami Menentukan
Keamanannya pasti sudah teruji karena bila tidak aman, tidak akan masuk uji klinis ke fase berikutnya
Pemilihan jenis vaksin tersebut atas pertimbangan efikasi, cost, dan ketersediaan di dunia.
Baca juga: Sebagai Ikhtiar, Hengky Kurniawan Sebut Keluarganya Siap Ikut Vaksinasi Covid-19
“Syarat WHO, efikasi vaksin 50 persen bukan berarti 65,3 persen jelek, itu sudah memenuhi syarat.
Dengan uji keamanan dilakukan juga di Turki, Brazil,” katanya.
Selain itu Sinovac ini juga sudah berpengalaman mengembangkan virus, penyimpanannya mudah hanya perlu suhu 2-8 derajat celcius atau suhu kulkas.
Di mana lebih mudah dibuat distribusinya mengingat kondisi Indonesia dengan penduduk 269 juta dan negara kepulauan.
Tiga Bulan Masih Tinggi
Setiap orang yang divaksin butuh dua dosis.
Suntikan pertama (0 hari) lalu disuntikan lagi pada hari ke 14.
Cara kerjanya menurut dokter Indra, suntikan pertama, tubuh akan mengenali dan membentuk antibody.
Divaksinasi kedua untuk menguatkan.
Sejak vaksinasi pertama sudah tinggi antibodinya bahkan sudah mencapai 90 persen.
Ketika dilakukan pengulangan vaksinasi kedua, dalam 3 bulan pertama masih mencapai 99 persen. Masih optimal sebagai pencegahan penularan Covid-19.
Baca juga: Surabaya Dinilai Bisa Berakhir Jadi Wuhan karena Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan Cegah Covid19
“Vaksin ini kan masih terus diteliti, bisa 6 bulan atau 1 tahun masih terus dipantau. Apakah bisa seperti vaksin influenza yang masih tinggi selama setahun atau bagaimana, masih dipantau,” katanya.
Namun kekhawatiran terjadinya mutasi virus dan mempengaruhi vaksin, sejauh ini, mutasi hanya terjadi di bagian protein S (bagian tanduk virus) bukan di inti protein virus sehingga sejauh ini vaksin yang ada masih bisa digunakan walaupun dengan virus yang bermutasi.
Dokter Indra menyebutkan, efek samping dari data Sinovac kejadian berat hanya 0,1-1 persen dari kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pendistribusian-vaksin-covid-19-sinovac-di-kota-bandung_20210113_201030.jpg)